Tayang 2 Jam Tanpa Iklan, Debut "Damarwulan" Raih Rating Tinggi

sinetron damarwulan
TABLOIDBINTANG.COM -

UMUMNYA, hanya saluran TV berbayar yang bebas jeda iklan.

Namun jika semalam, Senin (17/6) Anda menonton Indosiar pada pukul 19.00-21.00 WIB, tentu merasa berbeda karena selama dua jam penuh tidak ada jeda iklan.

Bukan tidak ada pemasang iklan, lho. Tapi tidak ada break iklan.

Semalam, slot tersebut diisi sinetron Damarwulan. Sinetron kolosal produksi Gentabuana Paramitha ini dibintangi Rico Verald, Poppy Bunga, Anindika Widya, Guntara Hidayat, Sean Hasyim, Ario Tegar Gumilang, Sally Marcellina, dan banyak lagi.

Gentabuana memang partner setia Indosiar dalam sinetron bergenre kolosal. Era 90-an, Misteri Gunung Merapi dan Angling Dharma sukses menyedot perhatian penonton.

Dengan mewabahnya sinetron stripping pada tahun 2006, genre kolosal sempat vakum. Kala itu, rasanya mustahil membuat sinetron kolosal dengan konsep kejar tayang harian. Nyatanya tahun 2011, Gentabuana membuat gebrakan dengan membuat Tutur Tinular versi 2011. Terlepas dari kontroversi cerita yang dianggap melenceng dari kisah aslinya (ada Mak Lampir, Little Krisna, sampai pendekar berkostum seperti Batman), TT 2011 meraih rating tinggi.

Setelah TT 2011, Gentabuana sempat membuat sinetron bertema kolosal Kisah 9 Wali, (K9W) Layla Majnun, dan Brama Kumbara. Namun judul-judul ini tak sesukses TT 2011. K9W diprotes masyaraka Bali, Layla Majnun bertahan hanya seminggu karena rating yang mengecewakan. Brama Kumbara terbilang cukup panjang, di atas 50 episode, namun tak pernah masuk 5 besar seperti TT 2011.

Damarwulan (selanjutnya kami singkat DW), hadir dengan gebrakan baru: episode perdananya tanpa jeda iklan! Bukan yang pertama sebenarnya. Dulu, tayang perdana film Passion of Christ di Trans TV, juga tanpa iklan sama sekali. Tapi untuk sinetron? Seingat kami, ini yang pertama.

Tidak sia-sia, debut DW langsung menempati posisi 6 dengan TVR 3,4 dan share 12,7. Di segmen ALL, DW lebih unggul dari Monyet Cantik 2, Opera Van Java, On The Spot, dan Gajah Mada yang tayang bebarengan.

Sinetron yang skenarionya ditulis Dewi Narasweri ini menjadi acara nomor 1 Indosiar. Sudah lama sinetron Indosiar tidak menempati 10 besar. Penghuni slot ini sebelumnya, FTV drama religi dalam slot Sinema Indonesia, memang biasa menjadi acara nomor 1 Indosiar. Tapi tidak stabil. Biasanya masuk 15 besar, kadang 10 besar, sesekali 5 besar. Tergantung cerita dan pemain FTV-nya.

Untuk genre kolosal, pesaing Indosiar-Gentabuana adalah MNCTV, yang memercayakan pada MD Entertainment. Di jam yang sama, MNCTV menayangkan sinetron Gajah Mada, yang sama-sama berlatar Majapahit.

Keunggulan Gentabuana, setting studio alam yang luas dan istana yang dibangun luar biasa megah. Mata penonton dimanjankan keindahan visual. Kelemahannya, jika episode sudah panjang, ceritanya tidak fokus. Seperti munculnya Batman di TT 2011, atau ada Gangnam Style di Brama Kumbara.

Well, masih terlalu dini menilai kesuksesan DW. Pertarungan sesungguhnya baru dimulai malam ini, setelah tayang normal (baca: ada jeda iklan). Namun dilihat dari rating dan share, ini merupakan awal yang indah dan peluang baru bagi Indosiar kembali berjaya di slot primetime.

Apalagi Indosiar dibantu sang 'kakak', SCTV. Dalam inBox tayangan Selasa (18/6), pemain-pemain DW berkunjung dan promo. Bahkan Poppy Bunga dengan lantang meneriakkan, "Saksikan Damarwulan setiap hari jam 7 malam di Indosiar."

(ray/yb)