Ketika Raden Kian Santang & Yuk Keep Smile Mengungguli Tukang Bubur Naik Haji

tbhn tanpa mat solar
TABLOIDBINTANG.COM -

 

DOMINASI Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) The Series (RCTI) sudah satu tahun terakhir nyaris tak tertandingi.

 

Kalau pun ada program yang mampu menggesernya dari peringkat 1, bukan program reguler. Siaran langsung sepakbola, misalnya.

Pernah sih, awal 2013 beberapa kali Si Biang Kerok Cilik (SCTV) melampaui pencapaian TBNH. Namun untuk mempertahankan gelar jawara, Si Biang Kerok Cilik kesulitan.

Atau ketika awal Ramadhan, Para Pencari Tuhan Jilid 7 (SCTV), pernah mengungguli TBNH.

Bukan hal mudah bagi sebuah sinetron untuk bertahan lebih dari satu tahun, dengan performa rating stabil.

Selain bertahan lebih dari setahun, TBNH juga kerap tayang dengan durasi ekstra, 3-4,5 jam per hari. Hebatnya, meski durasinya lebih panjang dari film India, ratingnya tetap nomor 1.

Belakangan, performa TBNH tak sekuat dulu. Pada Minggu (1/9), TBNH menempati posisi 2 rating harian (ABC), dikalahkan program Yuk Kita Smile (Trans TV), yang merupakan extended version dari Yuk Kita Sahur.

Selasa (3/9), di segmen All, TBNH tunduk pada Raden Kian Santang (RKS, MNCTV). Selisih dua program ini sebenarnya tidak terlalu jauh.

Bisa dilihat baik RKS dan TBNH, sama-sama meraih TVR 4,4. Dari segi share, RKS unggul 19,5. Sementara TBNH 19,0.

Jika saya tidak salah ingat, trimester awal 2013 RKS juga pernah satu kali menyalip TBNH.

Jika ditilik dari data kepemirsaan segmen ABC-yang konon menjadi patokan RCTI-TBNH masih nomor 1, dengan perolehan TVR 4,2 dan share 19,3.

Namun kemenangannya pun tipis, mengingat di ABC RKS menempati posisi 2 dengan TVR 4,1 dan share 19,2.

TBNH, saat ini sudah menembus 820 episode, dan menjadi sinetron Indonesia dengan jumlah episode terpanjang ke-2 setelah Cinta Fitri.

Beda dengan Cinta Fitri, TBNH tayang tanpa break. Semoga saja ceritanya tidak dibuat mengada-ada demi mengejar rating.

(ray/gur)