Dia Jantung Hatiku, Kali Pertama Sinetron Yang Sudah Berhenti Ditayangkan Lagi!

dunay---dia-jantung-hatiku
TABLOIDBINTANG.COM -

SEDIKIT di luar kebiasaan, ada sinetron stripping yang diistirahatkan sementara untuk “dibenahi”, sebelum kemudian ditayangkan lagi. Dia Jantung Hatiku (DJH), sinetron dengan keunikan itu.

 

Kali pertama tayang pada 15 November 2010, tapi per 1 Desember 2010 mendadak berhenti tayang. Segera, pihak Sinemart mengonfirmasikan ketiadaan sinetron yang menampilkan Naysilla Mirdad itu temporer.

 

“Enggak akan lama kok. Cuma sekitar dua mingguan,” kata Dini Suryani, staf humas Sinemart.

Benar saja, 20 Desember 2010 DJH kembali hadir di layar RCTI setiap harinya pukul 18.00 WIB.

Mencari kembali landasan yang hilang
Ketika satu judul sinetron mendadak berhenti tayang, dugaan umum adalah rating jeblok. Benarkah demikian? Sinemart melalui perwakilannya Abdul Aziz, membantah.

“Performanya terbilang bagus, tidak pernah keluar dari top five,” sebut Aziz. “Hanya saja pada segi cerita dirasa tidak terlalu kuat untuk bisa (tayang) panjang,” imbuhnya.

Desiana Larasati, sutradara yang kami temui di lokasi syuting, mengakui ada “kekacauan” pada DJH yang membuatnya seperti kehilangan arah.

“Sudah dua hari lagi mau tayang, kami mendapat kepastian Devi (Permatasari) harus off syuting dulu karena harus berangkat haji. Padahal karakter yang dimainkannya sudah kami rancang sedemikian kuat. Lalu kami alihkan ke karakter yang dimainkan Desy (Ratnasari). Tapi belakangan kami tidak menemukan jalan yang cocok tentang jadwal syuting. Terpaksa karakternya kami matikan,” buka sutradara yang akrab disapa Ecy.

Sepeninggal Desi, tim produksi mulai merasa semakin keteteran dalam cerita. Berusaha melakukan pembenahan sambil jalan, berimbas pada perolehan rating yang tidak stabil. Walau masih terbilang bagus -- di kisaran rating 2 atau 3 -- namun berpotensi menurun terus jika tidak segera dilakukan antisipasi nyata.

“Benar-benar menjadi kerja (yang lebih) keras. Bagian penulis sudah begitu repot membenahi cerita di sana-sini. Tapi ke sananya kami semakin kebingungan karena pijakan awalnya sudah berantakan. Dengan pijakan yang lemah, syuting tidak asyik,” ujar Ecy.

Hingga pertemuan intern Sinemart dilakukan dan memutuskan DJH berhenti sementara. Cerita digodok ulang, sampai menemukan akar yang kuat. Hasilnya, ada penambahan beberapa karakter baru. Salah satunya karakter dokter Panji yang diperankan Dude Harlino.

Kok, sekonyong-konyong ada pemeran utama pria baru? Padahal sudah ada dua aktor yang sama ganteng dan memikat di DJH, Christian Sugiono dan Rionaldo Stockhorst.

“Itulah hasil pengembangan cerita. Karakter Aida (Naysilla), kan dikisahkan mengidap penyakit jantung. Adanya karakter dokter Panji wajar,” demikian keterangan Aziz.

Pertanyaannya, mengapa Dude sebagai dokter Panji? Sambil tertawa, Aziz berujar ringan. “Hahaha, sebetulnya karena Tabloid Bintang juga kenapa akhirnya Nay disandingkan kembali dengan Dude. Katanya banyak yang minta mereka satu sinetron lagi?” Well, masuknya Dude di pertengahan sinetronnya Nay ini kali kedua setelah Cahaya (2008). Kejadian (masuknya Dude) yang dulu, memberi imbas positif kepada sinetron. Cahaya menjadi salah satu sinetron terlaris dan cukup panjang jumlah episodenya (200 lebih).

“Tujuan membuat sebuah tayangan pasti untuk memuaskan penonton. Kalau ini menjadi daya tarik yang besar, mengapa tidak?” tambah Aziz.

Untuk DuNay atau DuMey? 
Eh, jangan lupakan. Dalam promosinya yang besar-besaran -- sampai pakai helikopter dan syuting di atap gedung Rumah Sakit Medistra -- tersebut juga satu karakter baru yang diperankan Meyda Safira. Perempuan berkerudung yang mulai dikenal publik sejak bermain apik di film Ketika Cinta Bertasbih itu memerankan karakter Meyda, kekasih Panji yang kemudian diceritakan meninggal.

Hmmm, turut masuknya Meyda sebagai salah satu pemeran tambahan di DJH sedikit memercikkan “intrik”. Sesuai perkiraan, bergabungnya Dude menjadi kabar menggembirakan untuk DuNay Lovers (kelompok penggemar pasangan Dude-Naysilla). Tapi masuknya Dude yang bersamaan dengan Meyda juga kabar baik bagi DuMey Lovers (kelompok penggemar pasangan Dude-Meyda).

“Ya, kejadiannya ajaib banget. Ini cuma sinetron, bukan real, tapi sekarang responsnya luar biasa,” kesan Ecy.

“Ada begitu banyak masukan kepada kami, Dude harus begini, Dude harus begitu. Terus kabarnya ada yang berantem di luar sana? Sebisa mungkin tidak kami jadikan beban. Sejauh itu artinya perhatian, saya sih senang-senang saja. Tidak masalah,” imbuh sutradara yang selalu nampak energik. 

Ada lagi kekhawatiran dari para penggemar Christian dan Rionaldo. Mereka menduga-duga, dengan masuknya Dude, peran Tian dan Rio akan dikurangi, atau bahkan dihilangkan sedikit demi sedikit. Dalam pengamatan Ecy, terhadap naskah yang dikirim, jatah peran keseluruhan bintang berimbang.

“Tidak akan ada yang tertinggal, kok. Dari plotnya, kan kami bisa tahu berapa bagian tampil masing-masing, dan itu (untuk Tian dan Rio) masih banyak banget. Merata,” Ecy menjamin.

Apakah kelak Aida akan bersanding dengan Panji? Belum ada kepastian tentang itu. Namun Ecy mengakui, setelah masuknya karakter Panji, twist cerita lebih menarik.

“Saya baca naskahnya saja sampai terkaget-kaget. Kuat banget! Kisah cintanya juga, bukan cinta segi tiga lagi. Cinta segi delapan kali? Hahaha. Karena nanti juga akan ada pemeran cewek baru. Meyda juga akan tetap hadir, walau dalam flashback atau mimpi,” bocor Ecy.

Jadi tetap akan ada geregetnya untuk yang kepengin melihat chemistry pasangan Dude-Meyda.
Setelah pembenahan sana-sini, DJH versi revisi menunjukkan hasil positif. Pada penayangan 20 Desember, DJH langsung menduduki rating nomor 2.

“Intinya pembenahan ini, kan karena kami menginginkan perolehan rating yang stabil. Kerja keras, promosi besar-besaran, membiarkan orang sedikit menunggu-nunggu, untuk suatu hasil yang maksimal. Dan sepertinya, penantian mereka sudah terbayar. Feedback-nya bagus,” pungkas Ecy. Nah, sisanya tergantung selera penggemar nih. Semoga puas bagaimanapun cerita akan bergulir. Hehehe.

(wida/gur)