Nyeri di Dada, Pertanda Penyakit Apa?

nyeri-dadda
(Foto:Dok.Ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

DADA nyeri. Pikiran buruk mulai menggelayuti. “Jangan-jangan, saya terkena penyakit jantung," begitu biasanya si penderita nyeri membatin.

Memang, salah satu gejala penyakit jantung yang paling mudah dikenali, nyeri di dada. Tapi tidak semua nyeri di dada pertanda serangan jantung.

Dada, salah satu organ tubuh dengan wilayah terluas. Sebelum menduga apa penyakitnya, ada baiknya bertanya, dada bagian mana yang nyeri? Seperti apa nyeri yang dirasakan? Menurut dr. Pauline Endang, MS, SpGK (53) ada beberapa penyakit gawat yang dimulai dengan gejala awal nyeri di dada. Jantung, satu di antara beberapa penyakit gawat itu.

Setidaknya, 3 Penyakit
Penyakit jantung dimulai dengan nyeri di dada dengan "gaya" yang khas. Rasa nyeri terasa di dada sebelah kiri. "Nyerinya seperti tertindih beban berat. Sensasi tindihan itu membuat penderita sulit bernapas. Setelah hinggap di dada, nyeri menjalar ke leher, lalu lengan kiri, dan rahang. Kemudian, keluar keringat dingin disusul perasaan cemas. Denyut jantung lebih cepat dari biasanya. Jika gejala ini yang dirasakan, saya sarankan segera ke rumah sakit," Pauline mengingatkan.

Catatan lain, sesak napas yang terjadi setelah nyeri di dada berdampak pada susahnya menghela napas. Awam sering menyebut kondisi ini, "tersengal-sengal."

Tindakan medis harus segera diambil. Jika tidak, besar kemungkinan otot jantung mengalami kerusakan seketika sekaligus permanen. Risiko jika pertolongan medis terlambat tidak main-main: kematian mendadak.

Dalam beberapa kasus, bisa saja pasien penyakit jantung tidak mengeluhkan nyeri di dada. Namun, gejala nyeri di dada sudah dirasakan jauh serangan jantung itu terjadi. Nyeri di dada yang muncul jauh-jauh hari terasa menyiksa 5 sampai 10 menit. Nyeri menyerang dengan pola timbul tenggelam. Di luar jantung, penyakit lain yang perlu diwaspadai jika dada "rewel", gangguan pencernaan dan stres.

Karakteristik nyeri pertanda stres dan gangguan pencernaan, nyeri serasa dada terbakar. Pauline menyebut, sakit seperti ini disebabkan karena kadar asam lambung meningkat. Asam lambung merupakan zat bersifat asam yang diproduksi kelenjar-kelenjar di dalam lambung. Fungsinya, membantu mencerna makanan yang masuk dan menyaring bakteri yang terbawa bersama makanan.

"Jika kadar asam meningkat padahal makanan belum masuk, mereka akan saling menggesek, menggores dinding lambung, dan membuat luka. Asam lambung sebenarnya normal. Jika produksinya berlebihan, ia bisa melonjak ke atas, ke esofagus melalui katup gastoesofageal. Jika ini terjadi, terbit nyeri serasa terbakar. Biasanya terjadi di dada bagian bawah lalu ke ulu hati. Disertai rasa masam di mulut. Nyerinya menembus sampai ke punggung," beri tahu Pauline.

Ini disebut GERD (gastro esophageal reflux disease) yakni, keadaan patologis akibat refluks (lonjakan) kandungan lambung ke dalam esofagus. Kemungkinan lain nyeri di dada adalah gangguan paru-paru. Bedanya, nyeri di dada untuk penyakit paru-paru tidak terjadi seketika. Pauline mengulas, gejala awal gangguan paru-paru batuk yang cukup lama disertai sesak napas.

"Jika paru-paru sakit, maka dada ikut terasa nyeri. Mengapa? Karena paru-paru terletak di area dada. Datangnya nyeri dada jika paru-paru yang diserang tidak seketika. Biasanya disertai infeksi organ dalam (paru-paru). Jadi, nyeri terasa di dada bagian mana itu tergantung paru-paru bagian mana yang terinfeksi," demikian dokter kelahiran Solo, 12 Juni itu menerangkan.

(wyn/adm)