Penis Patah? Ouch!

penis-patah
Meski tak bertulang, penis juga bisa patah (foto: ilustrasi/dok.ist)
TABLOIDBINTANG.COM -

SERIAL drama Grey’s Anatomy sempat menuai kritik dalam salah satu episodenya. Si macho McSteamy (Eric Dane) mendadak kesakitan di bagian penis setelah bercinta. Rasa sakit yang dialami McSteamy tidak sembarangan, karena ternyata, penis McSteamy patah!

Walau insiden ini terjadi di serial televisi, tapi penis patah bukanlah kondisi fiktif. Penis patah atau penis fracture tergolong langka, namun telah dialami ribuan lelaki naas.

Sejak 1935 hingga 2001, tak kurang dari 1.331 kasus penis patah terjadi di seluruh dunia. Peristiwa yang jarang terjadi ini membuat para penderitanya meringis perih karena tak lagi mampu ‘berdiri’ saat hendak berhubungan intim.

Penis patah, benar-benar terjadi?

Tentu saja. Walau tak memiliki tulang, penis juga bisa patah hingga tak mampu ditegakkan lagi. Dalam kondisi penis fracture, terjadi patahan pada bagian corpus cavernosum, garis silindris di batang penis.

Corpus cavernosum terdiri dari jaringan berbentuk spons yang menampung darah selama ereksi. Penis yang patah ditandai dengan suara retakan dan rasa sakit yang luar biasa, yang disusul dengan pembengkakan dan memar di area batang penis. Jika disertai dengan pendarahan di area urethra, harus segera dilakukan operasi untuk menyembuhkan luka di dalamnya.

Apa penyebabnya?

Penis patah lazimnya terjadi saat melakukan hubungan intim yang menggebu-gebu dan cukup hardcore. Penis terlalu kencang membentur perineum, tulang di area kelamin pasangannya, hingga mengakibatkan penis tertekuk dalam waktu yang amat cepat. Kondisi ini seringkali terjadi saat bercinta dalam posisi Woman-on-Top atau misionaris dalam kecepatan tinggi.

Tak hanya hubungan seksual, penis juga bisa patah dalam kondisi-kondisi yang sulit diduga. Saat berguling-guling di tempat tidur dalam kondisi ereksi, misalnya.

“Kejadian yang menyebabkan penis patah justru lebih menarik untuk dicermati ketimbang kondisi penisnya itu sendiri,” ungkap Dr. Darius Paduch dari New York Presbyterian-Weill Cornell Medical Center kepada ABC.

“Saya sempat menangani kasus penis patah saat seorang pria sedang bercinta dalam kondisi pasangannya duduk di atas meja dan si pria ‘menyerang’ sambil berdiri. Tiba-tiba penisnya meleset dan menubruk meja dengan kencang,” lanjut Paduch.

Apa yang harus dilakukan?

Penis patah tidak dapat disembuhkan hanya dengan dikompres es batu. MRI atau diagnostic cavernosography harus dilakukan untuk mengetahui adanya seberapa buruk kondisi patahan di penis. Operasi menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mengembalikan penis ke bentuk semula, plus ereksi seperti umumnya.

Bagaimana mencegahnya?

Berhati-hati saat bercinta menjadi kunci ampuh untuk mencegah terjadinya penis patah. Terlalu bersemangat tak hanya dapat menyakiti pasangan Anda, tapi juga aset berharga di bawah sana.

dari Berbagai Sumber

(rere/gur)