Pengobatan Ajaib Skoliosis dengan Metode Tung Mei

penderota-skoliosis
Penderita Skoliosis (istimewa)
TABLOIDBINTANG.COM -

DUA pekan lalu program Rossy di Global TV menghadirkan beberapa insan manusia yang dianugerahi “keistimewaan”. Mereka berbeda – dengan kelemahan di segi fisik, tapi semangat dan antusiasme menjalani kehidupan tetap membara. Dua di antara tamu yang hadir merupakan penderita skoliosis (atau sering disebut skolioser-red).

Apa itu skoliosis? Skoliosis penyakit pertumbuhan tulang belakang, dengan bagian punggung atas sampai pinggang bawah mendekati tulang ekor tidak lurus, melainkan bengkok atau berubah menyerupai huruf S.

Penyebabnya secara ilmiah belum terdeteksi jelas, tapi ada beberapa alasan yang dicurigai sebagai penyebab. Bisa karena jatuh, posisi duduk yang tidak benar, dan  kebiasaan membawa barang berat dengan tas tali yang hanya dicangklong di satu bahu--bukan tas punggung. Secara kasat mata, skolioser--terlebih yang derajat kemiringannya sedikit--tampak seperti orang normal.

Namun, kalau diperhatikan saksama Anda pasti sadar ada sesuatu yang tak beres di tubuhnya. Beriku tanda-tanda fisik yang biasanya terlihat dari seorang skolioser.
-  Kedua pundak atau bahu kiri dan kanan tidak sama tinggi.
- Salah satu punggung kiri atau kanan lebih menonjol.
- Pinggul kiri dan kanan tidak simetris, naik sebelah.
- Dada kiri atau kanan menonjol sebelah.
- Posisi berdiri tidak tegak dan lurus.

Selain ciri-ciri fisik, para skolioser juga merasakan keluhan-keluhan seperti:
- Rasa pegal dan nyeri di bagian leher dan tulang belakang.
- Kesemutan dan sakit pada tangan.
- Berkurangnya tenaga pada tangan dalam melakukan aktivitas sehari-sehari seperti membawa tas, mengangkat barang, gelas, payung, dan lain-lain.
- Rasa nyeri pada tulang belikat.
- Sering susah bernapas dan mengalami gangguan tidur.

Meski ciri-cirinya cukup jelas, banyak yang tidak menyadari keanehan itu bernama skoliosis. Maklum, skolioser umumnya diderita remaja putri yang belum cukup bekal mengetahui apa sesungguhnya skoliosis. Karena itu pada awalnya mereka mengabaikan dan telat mengambil solusi.

Di sinilah peran orangtua dalam memperhatikan putra-putri mereka. Lihat posisi badan dan cara duduk, berdiri, serta jalannya, apakah ada yang aneh. Kalau iya, segera cari perawatan terbaik. Semakin dini dan semakin cepat ditindaklanjuti, tentu semakin cepat dan mudah penyembuhannya.

Perawatan apa yang paling ampuh mengatasi skoliosis? Yang paling sering tercetus, operasi tulang. Namanya operasi, pasti membutuhkan biaya besar. Belum lagi, rata-rata pasien takut duluan dengan risiko yang harus ditanggung, karena tak ada jaminan seratus persen bakal berhasil. Tapi jangan sedih, masih ada kok terapi tradisional yang bisa dijadikan alternatif. Salah satunya, Tung Mei.

Cara pengobatan dari China ini dilakukan dengan pemijatan spesifik yang dipadu gerakan-gerakan pada tubuh seperti yang dilakukan pada pengobatan metode chiropractic seperti menekuk, menarik, meregangkan tubuh dengan teknik lebih bervariasi.

Tujuannya, melancarkan sirkulasi daerah pada bagian tubuh bermasalah, mereposisi atau merelokasi tulang pada tempat yang semestinya, serta melemaskan kembali otot dan urat yang kaku.

Karena penasaran dan ingin melihat langsung seperti apa perawatannya, kami mendatangi Tung Mei Body Repair Massage di bilangan Barito, Jakarta. Di sana, kami bercakap-cakap dan melihat sendiri bagaimana para yi sheng (sebutan untuk ahli pengobatan tradisional China) dengan sigap dan lihainya menangani pasien “Terapi Tung Mei ini luar biasa.

Satu-satunya di Indonesia khusus mengatasi masalah tulang dan saraf. Sudah banyak pasien yang merasakan sendiri bagaimana hebatnya terapi ini dengan intensitas kedatangan rutin,” tutur Paulina Purwantini, Promotion & General Affair Manager.

Sebelum memulai, penderita diminta menyampaikan riwayat penyakit dan keluhan serta pengobatan yang pernah dilakukan. “Demi hasil maksimal, kami juga menyarankan pasien membawa hasil ronsen sehingga mendapat penanganan yang tepat dan efektif,” imbuh Paulina.

Setelah mengetahui kasusnya, mulailah dilakukan terapi secara manual menggunakan jari atau lengan di titik-titik sumber penyakit kurang lebih selama 50 menit. Lalu sampai berapa lama perawatan harus dijalani? “Tergantung ringan dan beratnya masalah yang diderita. Disarankan dua-tiga kali seminggu atau lebih buat yang lebih lama dan parah kadarnya.”

Selain masalah skoliosis, Tung Mei juga menangani masalah lain yang berhubungan dengan tulang dan saraf seperti cervical (sakit pada leher), lumbar (sakit pada pinggang atau punggung bawah), lutut (tulang lutut atau kaki), stroke ringan, migrain, serta masalah kecantikan dengan akupunktur.

“Buat mereka yang pernah terkena stroke, Tung Mei membantu penderita sehingga anggota tubuh kaki dan tangan lebih lemas dan tidak kaku untuk meningkatkan kemampuan beraktivitas,” papar Paulina.

Yang menakjubkan, kami mendengar kesaksian para pasien yang sudah merasakan khasiatnya sejak kunjungan pertama: sakit dan pegal berkurang, napas lebih lega, dan tidur jauh lebih nyenyak.

Jangan khawatir akan kesakitan saat diterapi, karena para yi sheng dengan ramah selalu bertanya, apa yang dirasakan pasien. Kalau terlalu keras atau ada keluhan sakit, pasti mereka menyesuaikan kekuatan pijatan. Ayo, cobalah sendiri bagaimana keajaiban Tung Mei.

Tak perlu takut harganya selangit. Cukup dengan Rp 300 ribu rupiah per kunjungan (atau bisa mengambil paket agar hasilnya lebih efektif), hidup lebih nyaman.

(yoci/gur)