Olahraga Saat Puasa, Mengapa Tidak?

fitness-istimewa
ILUSTRASI (istimewa)
TABLOIDBINTANG.COM -

MENYAMBUT bulan Ramadhan, umat Muslim puasa menahan lapar dan dahaga. Nah, waktu ini kerap dijadikan alasan bersantai dan melakukan kegiatan lebih ringan dari biasanya. Eits, tunggu dulu. Puasa bukan berarti bermalas-malasan, dengan dalih takut lemas dan menghabiskan energi.

Ingat, terlalu banyak tidur justru akan membuat badan loyo dan kurang stamina. Kalau pada hari biasa kita terbiasa olah raga, teruskan saja kebiasaan itu. Karena kalau tiba-tiba dihentikan, akan berpengaruh pada bobot tubuh.

"Orang yang biasa berolah raga dan tiba-tiba berhenti saat puasa secara otomatis bobot tubuhnya akan naik. Pasalnya pada bulan puasa kita baru bisa makan selepas maghrib. Kalau setelah itu tak melakukan aktivitas apa pun, sama saja tak ada proses penghancuran lemak." jelas, dr.Ira, akupunturis.

Sedangkan buat Anda yang tak terbiasa olah raga, tak ada salahnya 'kan berolah raga selama bulan puasa? Selain menjaga kebugaran tubuh, menjaga kestabilan bobot tubuh.

Ya, jadi olah raga ketika puasa tetap disarankan. Bedanya, waktu dan jenis olah raganya. Kalau biasanya kita bisa melakukan olah raga kapan pun kita mau, bulan puasa lain ceritanya. Salah-salah bisa kehabisan energi atau bahkan sampai pingsan.

Menurut dr. Ira, waktu yang paling tepat malam hari. Tapi tidak langsung sehabis buka puasa, lho! Pertama, buka puasalah dengan yang manis, seperti kurma, kemudian disarankan minum air putih. Setelah itu untuk menghindari kram otot, lebih baik beraktivitas dulu (sholat maghrib-red), baru dilanjutkan makan berat. Tunggu kira-kira dua jam, baru dianjurkan olah raga.

Bagaimana dengan waktu yang lainnya? Olah raga bisa juga dilakukan sebelum sahur. Tapi rasanya banyak yang malas, mengingat saat bulan puasa orang cenderung kurang tidur. Pilihan lain, satu atau setengah jam sebelum buka puasa. Namun tidak disarankan bagi yang tak terbiasa berolah raga.

Soal durasi, jika biasanya olah raga dilakukan selama 1-2 jam,  ada baiknya saat bulan puasa dikurangi. Cukup antara 15-30 menit saja dan tentunya didahului dengan pemanasan atau stretching. Kini, setelah punya bayangan soal waktu dan durasi yang tepat, jenis olah raga apa saja yang cocok dilakukan selama bulan puasa? Simak penjelasan berikut:
Jalan Kaki
Kalau Anda tipe orang yang malas -bahkan anti-berolah raga, jalan kaki bisa jadi pilihan utama. Olah raga ini tak perlu atribut macam-macam dan hampir tak berisiko. Ya, tak ada salahnya meluangkan sore hari menjelang buka puasa berjalan kaki ke pusat jajanan dekat kompleks rumah, membeli panganan kecil seperti kolak atau pun biji salak.

Sesampainya di rumah, jangan lupa lakukan pendinginan. Hal ini membantu mencegah darah berkumpul di kaki, menghindari pusing dan ritme jantung yang abnormal serta menjaga otot-otot kaki agar tak kaku. Setelah itu, badan akan sangat bugar menyantap hidangan buka puasa.

Latihan Treadmill
Latihan treadmill hampir sama dengan jalan kaki. Bedanya memakai alat bantu sehingga lebih ritmis dengan kecepatan yang teratur dan reguler. Tapi meskipun dengan bantuan alat dan terkesan sangat mudah, olah raga satu ini banyak manfaatnya, lho. Selain menaikkan tingkat penyerapan oksigen pada darah sehingga Anda merasa lebih bugar, sehat, dan tak cepat lelah, juga ampuh menghancurkan lemak.

Penelitian menarik di Amerika membuktikan, olah raga dengan menggunakan treadmill paling efektif untuk membakar kalori dibandingkan alat olah raga mana pun. Bahkan latihan treadmill bisa membakar kalori 40 persen lebih banyak dibandingkan olah raga dengan alat lainnya seperti bersepeda.

Jadi, cocok bagi yang Anda yang juga berkeinginan mempunyai tubuh langsing ideal. Sekali dayung, banyak pulau terlampaui, 'kan? Oh ya, kelebihan lainnya, olah raga ini tidak tergantung cuaca dan bisa dipakai seluruh anggota keluarga.

Body Language
Body Language (BL) cocok dilakukan saat bulan puasa karena masih dalam taraf ringan. Manfaatnya selain menjaga stamina, yang paling utama membentuk tubuh. Jadi BL disarankan bagi Anda yang sudah bertubuh ideal. Kalau yang masih dalam tahap pengurusan badan, sebaiknya tidak melakukan BL.

Bisa diganti jenis senam lain. Olah raga ini akan lebih menyenangkan dilakukan berkelompok, misalnya dengan tetangga. Jadi, BL bisa dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Menambah rasa kekeluargaan juga, 'kan?

Yoga
Yoga olah raga favorit saat bulan puasa karena ringan dan tak harus mengeluarkan banyak keringat. Tapi tak mengeluarkan keringat, bukan berarti tak bermanfaat. Nyatanya berlatih yoga bisa meningkatkan stamina dan kebugaran, mencegah penyakit, dan memperlambat proses penuaan.

Tak hanya secara fisik, yoga pun berpengaruh bagi ketenangan jiwa. Jadi, dengan yoga kita bisa mengurangi ketegangan dan stres. Selain itu yoga bisa meningkatkan sirkulasi, membuat kulit bersinar, mengencangkan otot, menambah energi dan secara otomatis membantu mencegah berbagai macam virus penyakit.

Bersepeda
Meski bersepeda disebut olah raga yang tidak mampu membakar kalori sebanyak treadmill, bersepeda tetap punya kenikmatan tersendiri dan sangat menyenangkan. Ya, sama seperti jalan kaki, kita bisa meluangkan waktu pergi berkeliling kompleks. Yang lebih asyik, dengan bersepeda kita bisa menjangkau tempat yang agak jauh ketimbang jalan kaki.

Oh ya, yang harus diingat, bersepeda harus dilakukan di luar ruangan. Jadi selama bulan puasa kita harus pandai mencari waktu yang tepat. Tidak mungkin 'kan Anda bersepeda siang hari bolong? Bisa-bisa dehidrasi dan puasa batal karena minum.

Bagaimana, sudah siap berolah raga di bulan puasa kali ini? Hmmm, dijamin tubuh Anda akan semakin sehat dan bugar, ketimbang menghabiskan waktu untuk tidur. Buktikan saja!

dari Berbagai Sumber

(yoci/gur)

artikel ini pernah dimuat di Tabloid Bintang Indonesia edisi spesial puasa, September 2007, halaman A6