Berburu Pia Legong, Berburu Keberuntungan

pia-legong-1
TABLOIDBINTANG.COM -

MEREK penganan yang satu ini sekarang sangat identik dengan Bali. Dari sekian banyak merek kue khas asal China yang dijual di Pulau Dewata, hanya Pia Legong yang paling diburu.

Rasanya plong dan bangga, jika pulang dari Bali bisa mendapatkan Pia Legong. Setidaknya itu yang diungkapkan beberapa orang wisatawan asal Jakarta yang saya temui akhir pekan lalu.

Bagaimana tidak, untuk bisa mendapatkannya, sangat kecil kemungkinannya jika Anda nekat datang langsung ke satu-satunya outlet Pia Legong yang ada di Bali—bahkan di dunia hehehe..—yakni Jl. By pass Ngurah Rai, Ruko Kuta Megah 12/L Kuta-Bali.

Paling tidak, beberapa hari sebelum datang ke oulet tersebut—darimana pun asalnya—Anda harus menelepon melalui call centre yang disediakan, yakni di nomor 0361-7898777.

Menelepon pun bukan perkara mudah. Menghubungi nomor tersebut, seperti kita menelepon ke stasiun televisi untuk mengikuti sebuah kuis yang pertanyaannya mudah dan hadiahnya jutaan rupiah, selalu sibuk dan sibuk.

“nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi” nada itu yang paling sering kita dengar jika menelepon call centre Pia Legong. Jika rajin, tak mudah putus asa, dan tentu saja beruntung, barulah kita akan bisa tersambung dengan custumer service Pia Legong.

pia-legong-4

Setelah tersambung, Anda hanya bisa mengatakan akan membeli Pia Legong, sebutkan berapa jumlahnya, dan bertanya kapan bisa tersedia. Selanjutnya pihak outlet yang menentukan. Anda tak bisa melakukan tawar menawar apapun, baik harga dan tentu saja kapan Anda bisa mengambil pesanan Anda.

Jika dikatakan biasa diambil dua hari lagi, empat hari, seminggu, atau bahkan dua minggu, bahkan lebih lama lagi, Anda harus terima. Kalau sudah setuju, tinggal sebutkan atas nama siapa pesanan tersebut. Selanjutnya, pada tanggal yang ditentukan, Anda tinggal ambil pesanan tersebut di outlet Pia Legong dengan alamat seperti tersebut di atas.

Saya termasuk orang yang putus asa, sebelum berangkat ke Pulau Dewata akhir pekan lalu berulang kali berusaha menelepon Pia Legong. Tapi tak pernah berhasil tersambung.

Pada Sabtu (9 April 2011), hari kedua berada di Bali, sambil lewat saya bersama beberapa teman mampir ke outlet Pia Legong.

pia-legong-2

Desain toko seperti butik, minimalis, dan di atas meja resepsionis ada tiga buah display kue pia tiga rasa (coklat, keju, kacang hijau) masing-masing 1 buah.

Di ruangan tersebut ada dua orang wanita muda. Seorang wanita tampak sibuk menerima telepon—beberapa lama kami perhatikan tak pernah berhenti sekalipun menutup gagang telepon, meski telepon masuk sudah berkali-kali ganti.

Sementara satu orang wanita lainya menyambut dengan ramah. “Mau ambil pesanan Pak?” tanya wanita itu.

“Oh, bukan mbak. Baru mau pesan, bisa?,” jawab seorang teman.

Dengan sigap, wanita itu menjawab: “Kalau pesan sekarang, baru bisa diambil tanggal 18 April, bagaimana?”

Saya dan beberapa teman langsung bengong, 18 April? Padahal keesokan harinya, Minggu 10 April kami sudah harus kembali ke Jakarta.

“Tidak bisa dipercepat Mbak, besok pagi atau siang?” saya mencoba nego.

“Oh, maaf tidak bisa” jawab wanita itu.

pia-legong-3

Dengan berat hati, setelah mengucapkan terima kasih, kami pamit.

Keberuntungan rupanya menghampiri kami. Baru saja membuka pintu keluar, tiba seorang wanita setengah berteriak berujar dari balik ruangan resepsionis sambil berjalan ke arah depan.

“Ada pesanan tidak jadi diambil, 10 kotak rasa coklat, mau ambil?” kata wanita itu kepada kami.

“Mau”, dengan spontan dan setengah berteriak saya menjawab.

Ok, berapa kotak? tanya wanita yang tadi berbincang dengan kami.

“Semua”,” saya spontan menjawab.

Padahal yang datang saat itu tujuh orang, dengan harapan paling tidak masing-masing mendapat 2 kotak. Tapi dapat 10 kotak lebih baik, daripada tidak sama sekali.

“Satu kotak harganya 70 ribu, semua jadi 700 ribu” beritahu wanita tadi yang juga bertindak sebagai kasir.

Setelah membayar, kami pun langsung beranjak pergi dengan hati sumringah. Kejadian langka, bisa mendapatkan Pia Legong datang langsung ke outletnya tanpa menelepon terlebih dahulu.

(gur/gur)