Tradisi Pukul Tubuh Menggunakan Sapu Lidi Sambut 7 Hari Lebaran di Maluku

pukulsapu1
TABLOIDBINTANG.COM -

SETIAP tahun, pada tanggal 7 Syawal kalender Hijriyah atau tepat seminggu setelah bulan suci Ramadhan berlalu, tradisi unik rutin diselenggarakan di desa Morella dan Mamala, Provinsi Maluku.

Perisitwa ini bahkan mengundang ribuan pengunjung dari Sabang sampai Merauke. Bahkan turis mancangera pun rela datang beberapa hari sebelum perhelatan unik ini digelar.

7 hari setelah Lebaran, para pria ikut dalam ritual yang dikenal dengan nama tradisi "Pukul Sapu" atau "Baku Pukul Manyapu". Pria dari masing-masing desa saling memukul punggung dengan sapu lidi enau.

pukul-sapu-3Sebelum mulai saling memukul, para tetua adat berdoa untuk mendapatkan perlindungan dan dijauhkan dari rasa sakit.

Para pria ini kemudian masuk ke arena, hanya mengenakan celana pendek dan ikat kepala. Koordinator lalu mengatur mereka secara berpasang-pasangan dan saling berhadapan.

Seperti dilansir Oddity Central, Jumat (16/8), setiap peserta mendapatkan giliran memukul punggung secara bergantian.

Bagi yang sedang dipukul, tangan harus direntangkan ke atas agar dapat memperlihatkan bekas pukulan.

Jika biasanya sesorang akan merasa malu dan merasa kesakitan saat dipukul di depan umum, peserta Pukul Sapu ini malah merentangkan tangan ke atas menunjukkan bekas luka dengan bangga tanpa rasa sakit.

Setelah proses pemukulan berakhir, tubuh yang sudah terluka bahkan hingga berlumuran darah, dioles dengan minyak Mamala atau minyak Tasala yang sudah terkenal khasiat pengobatannya hingga dalam dan luar negeri.

Minyak ini dapat mengobati dan menymbuhkan luka dalam jangka waktu yang sangat cepat tanpa meninggalkan bekas.

Jika biasanya, para pria memukul karena saling berlekahi, maka Pukul Sapu merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan antara desa Morella dan Mamala.

(tika/gur)