Kenapa Farhat Abbas Senang Cari Kontroversi Lewat Komentarnya?

farhab-abbas
Farhat Abbas (Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

UCAPAN Farhat Abbas (36) dalam mengomentari tingkah laku selebriti, pejabat dan politikus blakblakan, bahkan cenderung menghujat.

Sering kali ucapan Farhat ini menuai kritikan dari masyarakat baik langsung maupun di dunia maya. Farhat kian menuai kontroversi setelah mengumumkan diri siap maju menjadi calon presiden pada pemilu 2014.

Komentar pengacara kondang Farhat Abbas tentang Yuni Shara yang tak kunjung menjenguk mantan kekasihnya Raffi Ahmad, yang tengah menjadi tahanan BNN menuai kritik dan nada sumbang.

Sejatinya ini bukan kali pertama Farhat mengomentari polah selebriti. Ariel, Luna Maya dan Cut Tary pernah mencicipi ucapan pedas Farhat, bahkan pejabat dan politikus seperti Gubernur DKI Joko Widodo, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dan politikus Anas Urbaningrum juga mendapat komentar sinis dari Farhat. Ada yang menilai Farhat melakukan hal itu sekadar mencari sensasi untuk menarik perhatian masyarakat.

Farhat membantah semua tuduhan itu. Menurut suami dari penyanyi Nia Daniaty, dirinya tidak perlu mencari sensasi untuk sekadar menaikkan popularitasnya. Farhat mengaku masyarakat sudah mengenal dirinya sebelum dia membuat pernyataan kontroversial itu.

"Saya tidak perlu cari sensasi karena saya sudah terkenal sebagai pengacara bercitra baik," Farhat memberi alasan. Dia menjelaskan tujuannya memberi komentar pedas pada seseorang memiliki tujuan. Misalnya saat dia mengomentari dan meminta Yuni Shara agar menjenguk Raffi sebagai ungkapan bahwa dirinya perhatian pada Yuni.

"Saya yakin Yuni mengerti dan memahami komentar saya. Saya yakin komentar saya meminta Yuni menjenguk Raffi bisa mengobati lukanya. Raffi itu anak baik, yang harus mendapat perhatian dari orang yang dicintainya," tutur Farhat.

Bagaimana dengan komentarnya terhadap Joko Widodo dan Basuki alias Ahok? Farhat menganggapnya sebagai kritikan yang bersifat membangun. Sebagai warga DKI Jakarta, Farhat menganggap dirinya berhak menyampaikan saran dan kritikan ke Gubernur. "Kritikan itu untuk kemajuan Jakarta, bukan untuk saya," ucap Farhat.

Begitu juga saat dirinya mengkritik Ariel yang terlibat video porno dengan Luna Maya dan Cut Tary. Farhat mengaku itu bertujuan untuk menyelamatkan moral generasi penerus bangsa ini.

"Perbuatan mereka kan tidak sesuai dengan norma-norma, jadi wajar jika saya mengkritik mereka," tegasnya.

(ej/adm)