Bagaimana Wanda Hamidah Menjelaskan Penggrebekan BNN pada Anak-anaknya


Bagaimana Wanda Hamidah Menjelaskan Penggrebekan BNN pada Anak-anaknya

WANDA HAMIDAH
Wanda Hamidah & Anaknya(Foto:Bambang/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

WANDA Hamidah (35) dididik orangtuanya untuk tidak takut pada apa pun.

Pada 1998, ketika gelombang reformasi digulirkan mahasiswa, Wanda dengan lantang berada di garda terdepan, menyerukan perubahan. Ia larut dalam lautan mahasiswa kala menduduki gedung kura-kura hingga akhirnya memaksa Presiden Soeharto lengser.

Lima belas tahun berlalu, tepatnya 27 Januari 2013 lalu, Wanda ikut diamankan saat Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kediaman artis Raffi Ahmad (26) di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tak tersirat kepanikan dan ketakutan di wajahnya.

Tiga hari tiga malam Wanda menginap di BNN, hingga dilepaskan karena hasil tes urinenya terbukti negatif. Sebulan berlalu, hubungannya dengan Raffi, yang berkali-kali diakuinya sebatas pertemanan, tetap mengundang pertanyaan. Kepada Bintang, Jumat (15/2) lalu, di sebuah rumah makan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Wanda berbagi cerita. Sore itu dia sedang bercengkerama bersama anak-anaknya: Noor Shalima Zamaiya Hakim, Muhammad Alfath Hakim, dan Rakshan Rashad Hakim.

Kak, Ibu Minta Maaf...
Tak terbayangkan Wanda sebelumnya, bakal menghadapi dua cobaan teramat berat dua bulan terakhir. Saat publik terbius keharmonisan rumah tangganya, tiba-tiba saja pada 3 Agustus 2012 Wanda menggugat cerai suaminya, Cyril Raoul Hakim alias Chiko di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Proses persidangan tidak berlarut-larut, Wanda menyandang status janda pada 7 November.

Nama Wanda kembali ramai dibicarakan akhir Januari lalu, kala ikut diamankan BNN dalam penggerebekan di kediaman Raffi. "Terus terang, enggak ada ketakutan apa-apa (saat diamankan) karena saya meyakini tidak melakukan kesalahan apa-apa," aku anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Selama menjalani pemeriksaan di BNN, Wanda berusaha berprasangka baik dan terus berdoa agar semua baik-baik saja. Peristiwa itu ia anggap sebagai cobaan yang harus ia jalani. "Saya wanita biasa dengan nyali luar biasa. Saya ikhlas, pasrah menghadapi segala pemeriksaan karena saya yakin 100 persen enggak bersalah. Secara fisik dan mental saya siap menghadapi apa pun yang terjadi. Dari kecil saya enggak pernah takut pada apa pun, apalagi kalau yakin enggak bersalah. Saya percaya, Allah SWT melindungi saya beserta keluarga saya dan saya tidak punya iktikad buruk atau pun niat buruk," ungkapnya.

Dukungan keluarga saat itu dirasakan Wanda sangatlah luar biasa. Termasuk dari mantan suaminya. Om-om Wanda bahkan ada yang rela begadang 24 jam di BNN.

"Dari awal saya katakan, Mama-Papa, tenang saja, urine saya negatif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya bersyukur punya keluarga luar biasa. Kepercayaan dan keyakinan mereka bahwa saya tidak bersalah sangat besar. Keluarga dari jauh juga support," ceritanya.

Keadaan anak-anaknya, selama ia tiga hari tiga malam menginap di BNN, tidaklah seburuk yang ia perkirakan. Anak-anak berada di bawah pengawasan dan perlindungan Chiko. "Saya yakin bapak mereka melakukan yang terbaik untuk anak-anak. Jadi, saya percaya anak-anak baik-baik saja," kata wanita berbibir tipis ini.

Sekeluar dari BNN, hati Wanda lega dan bahagia. Kerinduannya bertemu anak-anak terobati begitu sampai di rumah. "Dua anak saya yang kecil, sih sudah tidur. Yang besar menunggu saya. Saya senang bertemu mereka kembali," ungkap Wanda.

Kekhawatiran bakal dihujani pertanyaan anak-anak seputar peristiwa yang ia alami, tidak terjadi. Dua anaknya terkecil, belum mengerti apa-apa. "Mereka masih terlalau kecil untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan kakak mereka sudah mengerti karena dia menonton TV dan tiap hari browsing. Dari cerita bapaknya, dia diam terus selama tiga hari itu. Seolah menyimpan suatu pertanyaan dan pernyataan yang tidak bisa ia ungkapkan," kata Wanda mengutip kata-kata Chiko.

Bertemu ibunya tentu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu Shalima.

"Saat dua anak saya yang kecil sudah tidur, saya mendatangi Shalima, lalu minta maaf: Kak, Ibu minta maaf karena kalian (anak-anak) harus merasakan dampaknya. Mudah-mudahan kamu mengerti apa yang terjadi. Ibu sudah dilepaskan karena enggak bersalah," Wanda menjelaskan kepada Shalima.

Selesai? Belum. "Saya lalu bertanya kepadanya, kamu ada pertanyaan? Enggak ada, katanya. Anak saya itu, dari kecil ketika enggak mengerti sesuatu, akan bertanya. Artinya saat dia bilang enggak ada pertanyaan buat saya, dia sudah sangat memahami," imbuh Wanda, yang memperkenalkan anak-anaknya sejak kecil empat kata "sakti", yaitu "terima kasih", "maaf", "tolong", dan "permisi".

Kebersamaan Wanda bersama anak semakin terasa keesokan harinya. "Saya meluangkan waktu bersama mereka. Setiap detik bersama mereka sekarang terasa makin membahagiakan dan berharga buat saya," ceritanya dengan wajah berbinar bahagia.

(ind/adm)