Raam Punjabi Desak Pemerintah Realisasikan BPF


Raam Punjabi Desak Pemerintah Realisasikan BPF

TABLOIDBINTANG.COM -

KEBERHASILAN  insan perfilman Indonesia menyabet empat penghargaan di ajang festival film asia pasifik ke-53 di Taiwan semakin melecut bos Multivison Plus, Raam Punjabi, (66) yang juga mendapat penghargaan khusus untuk kontribusi dalam dunia film, untuk meminta keseriusan pemerintah, dalam hal ini Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, agar lebih memperhatikan nasib perfilman Indonesia, terutama dalam hal pendanaan. “Secara jumlah film kita maju. Tapi tidak dengan kualitas. Saya mengharapkan film kita, terutama variasi film ini jadi tanggung jawab bersama. Empat piala di ajang festival kemarin itu sebenarnya menjadi bukti kalau film-film Indonesia juga bisa berbicara,” kata Raam ditemui di kantor Multivision.

“Maka itu, yang kami harapkan dukungan moril dari pemerntah. Industri film harus berada di posisi paling atas untuk menciptakan tema-tema variatif yang lebih besar, seperti tema sosial dan perjuangan. Dan itu butuh dana besar,” tambahnya.

Akan sulit, kata Raam, mengharapkan investor terus untuk memodali film-film kita, tanpa jaminan sukses. Satu-satunya cara yang mutlak harus dilakukan, mendirikan Film Finance Corporation, sebuah badan – seperti BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk membantu permodalan sineas-sineas kita yang butuh dana besar dalam pembuatan filmnya. Sebagai pelaku film, Raam tentu tidak ingin perfilman Indonesia mati suri kembali, seperti tahun 90an. Karena tak ada jalan lain, Raam mendesak pemerintah segera merelaisasikan.

“Pemerintah jangan lamban seperti kura-kura! Ini harus segera direalisasikan karena tema-tema sosial dan perjuangan hanya bisa dilakukan dengan biaya besar. Apalagi gagasan ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Masak kalah sama India, Korea, dan Singapura. Cuma, saya tidak tahu gagasan ini mandek dimana, tapi sepertinya ada di Menbudpar,” keluh ‘Raja Sinetron’ ini. Lantas, siapa yang akan mengelola? Bukan insan perfilman, bukan pula politikus. “Tapi ekonom yang mengerti tentang keuangan. Anggota-anggotanya bisa dari orang film.,” sebut Raam.

Merasa ikut bertanggung jawab dalam kemajuan perfilman kita, Raam juga berencana menyatukan semua sineas dalam satu wadah organisasi perfilman agar tak ada lagi benturan seperti sekarang. “Saya tidak akan tinggal diam di harapan saja, tapi akan merealisasikannya tahun depan. Semua harus dibicarakan dari sudut tengah, mencari solusi terbaik,” imbuhnya.

(ind/gur)