Rio Dewanto, Si Raja Baru FTV yang Sering Dapat Peran Ndeso

Rio-Dewanto-RYAN-OGILVY
Rio Dewanto (Ryan Ogilvy/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

PERTAMA kali terjun di dunia akting, cowok kelahiran 28 Agustus 1987 ini dibantu oleh seorang sahabat dari masa kecil. Ia mengenang, peran pertama yang ditawarkan saat itu adalah peran antagonis.

“Mungkin karena muka aku kelihatannya jahat,” ujar si raja baru FTV, Rio Dewanto.

Mungkin juga karena tato yang tersebar hampir di sekujur tubuh, jadi sosoknya dianggap mewakili karakter jahat, timpal kami. Ia pun tertawa lebar. Memang ada banyak tato tersebar di bagian tubuh Rio.

Tapi tidak semata-mata orang yang bertato identik dengan sosok jahat. Buktinya, lepas dua setengah tahun berkarya di ranah FTV, cowok bertubuh atletis ini malah sering kebagian peran pria baik-baik dari kalangan bawah, hidup susah, jatuh cinta, dan sering kali patah hati.

“Sekalinya dapat antagonis, ya waktu kasting pertama kali. Selebihnya enggak pernah main antagonis. Anehnya aku malah selalu dapat peran jadi supir truk, tukang ini, tukang itu. Pokoknya yang hidupnya susah-susah, tinggal di desa, apa adanya. Sering dibuat patah hati sama cewek,” cerita Rio yang telah mengantungi 30 judul FTV.

Gambaran yang jauh berbeda dari sosok Rio sehari-hari; murah senyum, modis, maskulin, memiliki banyak sahabat wanita. “Enggak tahu ya kenapa. Mungkin kalau sudah di kamera, kelihatan pas untuk karakter seperti itu. Tapi aku enjoy kok dengan peran-peran ini.” Yang penting rezekinya, rezeki kota, ya?

“Enggak juga. Hahaha. Buat aku uang juga bukan segala-galanya. Yang penting karya. Kualitas yang aku cari. Semakin kesini, aku semakin menemukan kesenangan di jalur ini karena apa yang aku lakukan menyenangkan. Tapi aku enggak lupa, impianku tetap ingin jadi penyanyi,” ungkap dia. Ternyata si “cowok ndeso” ini kaya talenta.

Ingin seperti Ariel Peterpan
pacar-dari-jakartaYa, pendatang baru yang satu ini bisa dibilang multi talenta. Tak hanya bisa akting, Rio yang sempat membintangi Ratu Kosmopolitan dan Pintu Terlarang ini memiliki bakat menyanyi dan menggambar.

Kegemaran menyanyi, sudah didapati Rio sejak masih kanak-kanak. Begitu juga keterampilan menggambar. Darah seni ini sepertinya mengalir kuat dari sang ayah. Memang bukan aktor, tapi ayah Rio adalah seorang insinyur yang di masa mudanya sempat menggeluti dunia forografi.

Impian ingin jadi penyanyi. Namun kesempatan yang datang duluan kebetulan di dunia akting. 

“Aku pikir akting sama nyanyi enggak jauh beda. Harapanku mudah-mudahan dari akting bisa sampai nyanyi. Ini bukan cuma obsesi saja, tapi aku sangat berusaha agar bisa diwujudkan,” papar Rio.

Lewat kakak dari sahabatnya, suatu hari ia diajak ikutan FTV.

“Disuruh coba-coba saja. Aku coba kasting, ternyata dapat. Ada kasting  lagi, dikasih lagi, dapat lagi. Alhamdulilah dapat terus. Lama-lama aku merasa bahwa dunia akting ini seru juga. Aku pikir kenapa enggak diseriusi? Sayang, sudah ada di jalur ini tapi main-main. Nyanyi enggak dilupakan. Kan akan lebih baik lagi kalau di akting oke, di nyanyi juga oke.”

Ia pun memutuskan mengambil kursus akting intensif 3 hari di Satu Merah Panggung Acting Class, milik Ratna Sarumpaet. Tiga hari yang padat dan penuh perjuangan. “Karena kursusnya cuma 3 hari. Satu harinya menghabiskan 7 jam belajar dan privat,” ucap lulusan Imago Advertising ini.

Bersyukur kemudian, hingga saat ini bisa menyabet puluhan judul FTV, ia tak menemui kesulitan.

“Memang mulainya dari peran-peran kecil. Dari yang cuma dapat satu sampai dua scene," kisahnya.

Sampai satu tahun setengah sabar dengan peran-peran kecil. Masuk tahun kedua, ia baru mendapatkan peran utama.

Tentang impian menyanyi, diam-diam, kalau ada break syuting, Rio ulet menulis. Ia tidak hanya ingin sekadar menjadi penyanyi. Tapi penyanyi yang bisa menulis lagunya sendiri. “Kayak Ariel,” ujar dia.

“Persiapannya, aku lagi sering mencoba menulis lagu. Biarpun aku tahu aku sebenarnya enggak bisa menulis lagu. Cuma aku berusaha, karena aku pengin nyanyi dari lagu yang aku tulis sendiri. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan musik bisa mulai ditekuni,” bilang Rio.

Kalau memang nantinya usaha dia belajar menulis lagu tak berbuah juga, baru ia akan memutuskan menggandeng penulis lagu lain. Tapi itu menjadi pilihan paling akhir.
Menurutnya, penyanyi atau vokalis yang bisa menulis lagu memiliki keuntungan jauh lebih besar.

“Kayak Ariel deh. Aku pengin bisa menulis seperti dia. Liriknya simpel tapi dalam. Kita lihat dari karya seninya ya. Enggak usah lihat kasusnya. Sekarang mungkin imejnya hancur, orang enggak begitu suka dia lagi. Kalaupun dia enggak laku nyanyi lagi, dia masih bisa menulis lagu,” begitu pendapat cowok yang pernah bergabung dengan sebuah band ini.

(val/gur)