Citra Kirana Menjawab Keraguan


Citra Kirana Menjawab Keraguan

Citra Kirana (foto: Panji/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

JADI seorang artis tidak pernah terbayangkan oleh Citra Kirana (15). Sejak kecil, ia bercita-cita ingin jadi Pramugari.

Tapi keinginan itu urung diwujudkan. Dia justru tertarik hal lain. Dia mengikuti sebuah lomba modeling atas arahan kedua kakaknya, Fitri Agustina dan Ladya Christina, yang jadi model di Bandung, Jawa Barat.

Sejak itu, Citra jadi makin sering ikut lomba. Salah satu yang paling berkesan saat menjuarai lomba fotogenic. Tapi semua itu dimanfaatkan Citra sebagai batu loncatan sebelum akhirnya mengikuti pemilihan Model Kawanku dan Gadis Sampul 2007 di Jakarta.

Dari sini, cewek bertinggi badan 171 cm dengan berat 55 kg ini mendapat tawaran kasting. Salah satunya di rumah produksi MD Entertainment.

"Aku masih enggak tahu apa-apa. Bingung mau ngapain juga di ruang kasting. Mau ngomong takut salah. Baca skenario saja bingung. Grogi banget deh. Jadinya aku enggak dapat deh," pasrah penyuka warna merah dan kuning ini.

Citra makin rajin ikut kasting. Sampai-sampai dia mendapat julukan ratu kasting. Ia yakin, bakatnya akan dilirik produser dan sutradara. "Setiap kasting aku datangi. Setiap hari," bangganya.

Sinetron kejar tayang pertama Citra berjudul Janji Cinta. Sebelumnya, ia menjadi pendukung di beberapa FTV.

"Aku kaget dapat peran utama di stripping. Dipasangkan sama Raffi Ahmad pula,” Citra menyatakan dengan nada serius.

Selanjutnya, Citra didapuk rumah produksi SinemArt main di sinetron Nikita dan Safa dan Marwah. Keputusan Citra berbuah manis. Ia jadi lebih dikenal.

"Aku dapat peran bagus. Itu bagus buat aku," yakin artis kelahiran Bogor, 23 April 1994 ini.

Dibanding dua sinetron pertamanya, Safa dan Marwah dinilai Citra paling meninggalkan kesan mendalam. Bukan karena episodenya terlama, tapi lebih karena tantangannya yang berbeda.

"Ini peran antagonis pertamaku di sinetron. Makanya, pas pertama ditawari aku kaget dan sempat ragu bakal bisa mainin atau tidak. Awalnya sih susah mendalami karakter. Katanya, aku masih kurang galak dan judes. Tapi lama-lama, karena aku bisa adaptasi dan terus belajar, bisa membuktikan. Mata melotot, bibir dijudesin, kata sutradaranya, pasti aku sudah kelihatan galak,” sambung Citra mengingat pesan sutradaranya yang membuatnya jadi percaya diri.

Tidak khawatir imej antagonis melekat pada Citra? “Enggak apa-apa. Artinya akting aku sukses dong. ‘Kan siapa tahu ada sutradara atau rumah produksi lain yang mau nawari aku peran antagonis karena lebih suka aku jadi antagonis,” pungkas Citra dengan wajah semringah.

(ind/gur)