Go Go Girls: 7 Icons Menyusul SM*SH ke Layar Kaca


Go Go Girls: 7 Icons Menyusul SM*SH ke Layar Kaca

7-Icons-GGG-Panji-BI
7 Icons (Panji/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SESINIS apa pun reaksi orang terhadap SM*SH, pada akhirnya publik “terpaksa” mengakui kehebatan boy band ini. Popularitas mereka di industri musik merembet ke dunia iklan dan serial. Cinta Cenat-Cenut (CCC) menjadi bukti, betapa lenturnya bakat boy band. Mereka mudah dibentuk dan dijadikan ikon dalam banyak produk hiburan, termasuk serial.

Trans TV salah satu yang jeli menemukan celah ini. Ada boy band, ada girl band. Kalau boy band bisa tampil di serial, mengapa girl band tidak? Berkaca dari sukses dan inovasi CCC, sejak 11 April silam stasiun ini memproduksi Go Go Girls (GGG).

Ceritanya, pertengahan Maret 2011 tim drama Trans TV mengajukan konsep serial dengan bintang girl band. Bintang utama dicari lewat audisi. Dari beberapa grup, ada tujuh cewek yang amat menonjol. Mereka, 7 Icons, menjadi kandidat terkuat. Alasannya selain cantik, mereka bisa bernyanyi dan menari.

“Dan yang penting mereka punya bekal akting,” urai Harley Tarantino dari tim produksi drama Trans TV.

Syuting 4 Hari, Penyuntingan 7 Hari

Pada saat yang nyaris bersamaan, Thomas Nawilis (32) ditelepon salah satu produser eksekutif Trans TV.

“Saya diminta datang ke gedung Trans TV. Saya ingat betul, hari itu malam Minggu. Jam 11 malam saya berangkat ke sana membahas pilot project GGG bersama 7 Icons,” Thomas bercerita.

Mereka membahas konsep dan proyeksi syuting. Kiblatnya, ke arah Korea. Selain itu, Thomas dan kru mengedepankan beauty shoot dan lansekap.

Setelah konsep dan pemain didapat, proses produksi GGG dimulai. Hari pertama, syuting di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Meski begitu, para pelaku serial ini tidak ingin gegabah.

Untuk mematangkan skenario saja, butuh waktu 2 minggu. Cukup lama untuk ukuran serial televisi alias sinetron. Itu khusus untuk episode pertama. Untuk episode ke-2 dan seterusnya menghabiskan waktu seminggu. Proses syuting satu episode butuh waktu empat hari, dan penyuntingan selama tujuh hari.

“Sukses serial Angel’s Diary dan CCC berdampak besar buat kami. Pengalaman memproduksi keduanya secara konten dan teknis memperkaya pengalaman untuk menelurkan drama berkualitas seperti GGG. Penulisan naskah drama remaja yang funky dan menyentuh terbantu pengalaman kami saat menggarap Angel’s Diary dan CCC,” papar Harley.

Pertanyaannya, siapa 7 Icons? Mereka tujuh cewek dengan kapasitas menyanyi dan menari apik. Girl band ini baru saja merilis singel “Playboy” ciptaan Dewiq. Salah satu personel, Linzy (20) menyebut, girl band ini terbentuk Oktober 2010 karena persahabatan dan kesamaan hobi. Hanya latar belakang yang membedakan mereka.Syuting-Go_Go_Girls

Menangis Tanpa Obat Tetes Mata

7 Icons menjadi tantangan berat Thomas. Maklum, kelompok vokal yang satu ini belum pernah berakting.

“Pada episode-episode awal, akting mereka kurang natural. Itu wajar. Setelah empat episode, 7 Icons memperlihatkan kemajuan. Saya kagum, mereka memiliki ambisi besar, saling menolong, dan disiplin. Mereka tidak pernah retake lebih dari 5 kali,” Thomas terkesan. Lantas, apakah 7 Icons sedang memanfaatkan momen alias aji mumpung?

Mumpung sedang rilis singel, GGG dijadikan alat mempromosikan singel mereka?

“Singel kami dijadikan soundtrack, dengan pertimbangan matang. GGG bercerita tentang Justin (Ferly Putra). Dia playboy, dan sedang menjalin hubungan dengan PJ. Lalu musim penerimaan mahasiswa baru tiba. Saya masuk bersama beberapa teman. Justin mulai memperhatikan saya. Ternyata, dia benar-benar jatuh cinta dengan saya. Peristiwa ini memicu konflik segi tiga antara saya, PJ, dan Justin. Bisa dibilang Justin adalah playboy yang kena batunya. Ada benang merah antara lirik lagu dan alur ceritanya,” papar Linzy, ditemui di Studio Brotherland Jakarta, Rabu (18/5).

Menurutnya, ini bukan masalah siapa memanfaatkan siapa. “Lagu ini dirilis bersamaan dengan peluncuran GGG. Jadi, kami menampilkan dua karya seni yang saling menopang,” imbuhnya. Kali pertama terjun ke dunia akting, 7 Icons menghadapi banyak hal sulit. Yang tersulit, ekspresi menangis.

“Sepintas terdengar klise. Tapi, menangis itu aktivitas tak terencana dengan alasan kuat. Selain itu, saat karakter yang kami bawakan menangis, kami diminta tidak ‘asyik’ menangis sendiri. Perasaan penonton juga harus dilibatkan. Saya sepakat untuk tidak menggunakan obat tetes mata. Menangis itu manusiawi, karenanya harus ditampilkan secara natural,” beri tahu Linzy.

Tentang 7 Icons

Nama Tanggal Lahir   Tinggi/Berat  Latar Belakang
Vanila 7 September 1988  170 cm/ 48 kg  Model
Angela Tee 28 September 1990 168 cm/ 46 kg Desainer
Mezty 22 April 1989 170 cm/ 47 kg DJ
Linzy 11 Maret 1991 170 cm/ 47 kg Mahasiswa
PJ 1 November 1989 163 cm/ 45 kg Desainer
GC 13 Juni 1989 163 cm/ 45 kg  Guru bahasa Inggris
Natly 18 Desember 1988 163 cm/ 45 kg Desainer

(wyn/gur)