Lolita Putri: “Siapa Juga yang Mau Seksi Sampai Mati?”


Lolita Putri: “Siapa Juga yang Mau Seksi Sampai Mati?”

lolita-putri-BB
Lolita Putri (Bambang/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

WAJAH Lolita Putri (25) yang eksotis dan sesekali terlihat mirip Natalie Sarah itu membuat kita cepat merasa  familier dengan gadis kelahiran Jakarta 27 Desember 1985 ini.

Apalagi, ketika senyumnya  mengembang. Lesung pipit dan lekukan dagunya selintas membuat Loli mirip Marshanda. Ia mengaku, banyak yang menyamakan wajahnya dengan kedua artis itu. Wajah sejuta umat, demikian Loli menyebutnya.

“Tapi aku enggak keberatan mau dibilang mirip siapa. Yang penting karyaku,” ucapnya saat pemotretan di kantor tabloid Bintang belum lama ini.

Ratu Kosmopolitan menjadi debut Loli di layar lebar. Dibantu Luna Maya dan Tyas Mirasih, mahasiswi jurusan marketing London School ini mencuri perhatian lewat gaya seksi dan gaya bicara yang ceplas-ceplos pada Mei 2010 lalu.

Kemudian lewat Pengantin Topeng, Loli kembali membuat mata kaum adam terbetot lewat penampilan tokoh Kinar yang seksi dan “nakal”. Seperti apa Loli dalam kehidupan sehari-hari? Apa ia seseksi dan secentil peran-perannya di layar lebar?

Pendatang baru ini memaklumi, di sini melihat perempuan berpakaian minim sedikit, terbuka sedikit, pastilah pikiran orang sudah macam-macam. Tak sedikit pula, wartawan yang melirik “nakal” atau melemparkan pertanyaan yang aneh-aneh.

“Pasti deh mereka bertanya seputar itu. Padahal aku tampil seperti itu untuk kebutuhan peran,” ujar Loli.

Loli memiliki wajah eksotis sudah dari sananya dan itu anugerah. Berpakaian feminin dan seksi  bisa menjadi pilihan gaya seseorang. Demikian dengan gaya bicara yang centil dan apa adanya.

“Aku ada centil-centilnya, ada gokil-gokilnya, tapi ada juga juteknya. Aku frontal. Enggak bisa memendam sesuatu. Kalau aku kurang suka pada sesuatu, aku akan bilang langsung di depan orangnya,” ungkap Loli. Jadi ia pun terbuka menanggapi semua kritik dan pendapat orang.

“Gara-gara penampilanku yang seksi, ada yang kritik, ada yang menggoda. Pengalaman-pengalaman yang kalau boleh dibilang kurang menyenangkan cukup banyak. Aku berusaha menerima dan mengerti mereka melihatnya dari sudut pandang mana. Mungkin mereka enggak tahu, kalau untuk adegan di pantai, pastilah harus pakai bikini.  Jadi aku sih melihatnya enggak salah.”

Kesalnya kalau komentar-komentar itu mulai kelewatan atau ada cowok-cowok yang menatap, memperlakukan kurang sopan, atau meremehkan, mengiranya cewek gampangan.

“Kalau bertemu yang kayak begitu, aku sebal banget sebenarnya. Cowok itu piktor (pikiran kotor-red). Tapi aku tahu masih banyak cowok yang berpendidikan, mereka biasanya melihat seksi dari sisi seninya. Sayangnya, banyak pula yang enggak well-educated. Nah, kelompok yang ini nih yang bikin kesal. Untuk cowok-cowok piktor, please, jangan lihat penampilannya saja,” ungkap Loli, yang saat ini tengah bermain sinetron Super Boy di Indosiar.

Gara-gara pengalaman kurang mengenakkan ini, ia berpikir 2 kali kalau disuruh melakoni adegan-adegan berani lagi. Bukannya kapok, tapi mengganggu kenyamanan saja.

“Aku mau menjajal peran-peran lain, yang variatif. Sayang, di sini (Indonesia-red) itu kalau sekali imejnya sudah seksi, imej itu akan menempel. Jadi dapatnya peran-peran seksi terus. Padahal di luar negeri ganti-ganti, bervariasi. Siapa juga yang mau seksi sampai mati?” tukas kekasih Samuel Rizal ini.

(val/gur)