OBITUARI: Mengenang Tata Dado (1965-2013)


OBITUARI: Mengenang Tata Dado (1965-2013)

Tata Dado
Tata Dado semasa hidup tahun 1992. (Foto:Dok. Bintang Indonesia)
TABLOIDBINTANG.COM -

"TATA itu panggilan intim di keluarga," kata Tata Dado tentang asal usul namanya sebagaimana diungkap tabloid ini 1998 silam.

"Nama itu lahir waktu aku setahun, baru mau belajar jalan. 'Kan biasanya selagi ajari anaknya jalan, orangtua ngomong ta, ta, ta, gitu. Eh, tahunya nama itu terus terpakai. Tambahan Dado dari kakakku setelah main di Lenong Rumpi," cerita Tata lagi. "Soalnya, Tata doang, bisa dikira tata usaha, tata dagang atau nama bank."

Soal nama belakang Dado, katanya dari "nama ayah yang asal Manado." Nama aslinya: "Safei Salifan Dado," bilangnya. Tata meninggal di usia 47 tahun, Senin (18/3) sore akibat komplikasi diabetes, stroke yang sudah dideritanya sejak lama. Hari ini jagat hiburan kita kembali kehilangan salah satu tokoh yang berbakat.

Kita pertama mengenal Tata Dado dari acara komedi Lenong Rumpi di awal 1990-an. Tapi karir komedi Tata sebetulnya tak dimulai dari situ. Tata, kelahiran Jakarta, 12 Juni 1965, sudah memiliki grup lawak sendiri, Silver Boys sebelum bergabung dengan Lenong Rumpi. Grup lawak itu terdiri dari teman-teman SMA-nya. Mereka sudah sering mengadakan show di klub malam dan hotel-hotel.

Kekhasan kelompok Tata Dado ini adalah semua pemain cowoknya berperan sebagai perempuan. Ada yang memerankan Madonna, Marilyn Monroe, dan lain-lain.

Kebetulan, Harry de Fretes, penggagas Lenong Rumpi, melihat permainan grup lawak Tata. Langsung saja Harry mengajak Tata bergabung. "Saya termasuk generasi pertama Lenong Rumpi, bersama Ferina, Widodo, dan Harry," katanya pada tabloid ini di edisi 72, minggu kedua Juli 1992. Tata bergabung dengan Lenong rumpi sejak 1991.

Tabloid ini menulis, kemunculan Tata di Lenong Rumpi menciptakan variasi tontonan yang tak bikin jenuh. Tata membawa idiom-idiom yang akrab dengan masyarakat kelas bawah. Perannya di Lenong Rumpi sebagai Marlena menunjukan bahwa dirinya memang lekat dengan peran perempuan kalangan bawah. Gaya bicara dan tingkah lakunya persis seorang perempuan.

Mau bagaimana lagi di jagat komedi kita aneh itu lucu. Sebuah rumus tua yang di antaranya dipraktekkan Srimulat. Ada cowok berdandan cewek dianggap lucu, mengundang tawa. Tata selalu mengatakan jadi perempuan sebatas pekerjaan. "Kemauan orang yang bayar gue," katanya pada tabloid ini tahun 1999. Katanya lagi, "Untuk kegilaan, lebih seru jadi perempuan. Lebih gampang memancing tawa. Pakai baju perempuan tapi suara laki-laki 'kan lucu."

Saya paling ingat dengan gaya komedi Tata yang dalam pakaian dan dandanan perempuan sesekali ia munculkan suara lelakinya. Saat pakai baju glamour dengan selendang bulu-bulu dan wig Marilyn Monroe, Tata bisa tiba-tiba menghardik mengeluarkan suara lelakinya. Apalagi ditunjang postur Tata yang tinggi besar, makin komplit segala yang bertentangan bin aneh itu untuk dibilang lucu.

Tata Dado

Hingga Lenong Rumpi tamat, Tata konsisten dengan gaya melawaknya ini. Tentu, ia bukan pelopor gaya lawak begini. Srimulat punya Tessy. Pun gaya lawak cowok jadi cewek terus ada hingga kini. sesekali kita melihat Azis Gagap jadi cewek di acara Opera van Java (OVJ) Trans 7. Namun Tata terbilang yang fenomenal dengan gaya khasnya itu.

Hingga menjelang sakit dan jarang muncul di TV, Tata masih kerap manggung dengan gaya khasnya. Mungkin ia letih, mungkin juga tidak. Yang jelas, sejak 2011 kami mencatat Tata terserang stroke akibat komplikasi diabetes. Ia juga sempat diisukan koma.

Beberapa hari terakhir kita kembali melihat Tata dalam wujudnya yang ringkih. Tak ada Tata yang kocak, glamour, mengundang tawa.

Syahdan, hari ini, Senin, kita mendengar kabar sedih: Tata dipanggil Sang Pencipta. Tugasnya membuat kita tertawa, menghibur kita, sudah selesai. Selamat jalan Tata Dado ...

(ade/ade)