Lepas dari Trans TV, Wishnutama Persembahkan NET.

Wisnutama
Wisnutama (Foto: Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

TERHITUNG sejak 18 Mei 2013, kanal televisi anak Spacetoon berganti nama menjadi NET. (Net Mediatama Indonesia).

Saluran yang hanya menampilkan tayangan kartun--belakangan juga banyak diisi program home shopping--dengan tampilan gambar goyang dan berbintik, seketika terlihat tajam dengan beragam acara yang terlihat ideal dan normatif.

Beragam pujian mampir kepada si empunya NET., Agus Lasmono (pengusaha muda pemilik Indika Grup yang juga putra bungsu Sudwikatmono) dan Wishnutama (sebelumnya dikenal sebagai petinggi Trans TV dan Trans 7). Tapi, Wishnutama, yang kami temui di kantornya Rabu (12/6), menampik NET. dikatakan sebagai wujud idealisme.

“Kalau (pada tayangan) kami tidak terlihat ikut-ikutan melakukan gibah seenak perut -- blow up Eyang Subur, mengulik wanita-wanita Fathanah -- sama sekali tidak sok idealis atau sok religius. Justru kami melihatnya sebagai kesempatan, potensi baru dalam bisnis. Ada lho, orang-orang yang ingin melihat televisi dengan perasaan tenang. Orang-orang yang tidak ingin jadi emosional atau terprovokasi setiap kali menonton,” buka pria yang akrab disapa Mas Tama.

“Selain itu, di Indonesia, golongan A dan B, market growth-nya luar biasa. Lima tahun terakhir pertambahannya dua kali lipat,” imbuh CEO yang masih turun langsung dalam proses kreatif.

Sebagai orang lama di industri televisi, Tama pernah mengalami susah tidur. Hari-harinya penuh rasa gelisah. Bukan karena memikirkan rating, tapi karena tahu acara yang dibuatnya tidak pantas sebagai tontonan. “Jadi ada yang mengganggu isi hati. Masa, sih saya membuat tayangan yang anak saya saja saya larang menontonnya?” ungkap Tama. Menurutnya, membuat sebuah acara itu harus selaras dengan hati.

Ketika ada rasa tidak sreg atau tidak bisa setuju 100 persen pada apa yang dilakukannya sendiri, serbasusah. Tama memberi contoh bagaimana teman-temannya yang dulu biasa-biasa saja, sekarang di NET. bisa enjoy. Jumlah karyawannya masih jauh dari cukup--standar 900 karyawan untuk industri media televisi, NET. baru memiliki total karyawan sebanyak 700 orang--tapi, bermodalkan kerja dengan hati, sudah mampu mengerjakan 20 jam tayang dalam sehari, termasuk 11 jam program in-house.

Bintang melihat sendiri bagaimana seorang Sarah Sechan, yang di NET. memandu talk show mengusung namanya, tampil lebih seru dan all out. Mengingatkan kami pada eksistensinya ketika menjadi VJ MTV dulu. “Kerja pakai hati, hasil pun jauh lebih baik,” tambah pria yang telah berkarier di industri televisi selama 20 tahun.

(wida/adm)