Mengenang Ida Kusumah 3: Perjalanan Cintanya Penuh Warna

Ida-K-FILM-1
Ida Kusumah bersama Benyamin S. (Repro.BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

PERKAWINAN Ida Kusumah dengan R.B.Soekarno malah tak membuatnya terkekang dan tak bisa main film. Yang terjadi justru sebaliknya.

”Jadi perintah ayah mengawinkan saya di usia muda agar saya tak bisa berbuat macam-macam, malah tak terlaksana,” kata Ida pada tabloid ini tahun 1995 silam. Ida aktif main film hingga jadi bintang iklan yang laris. “Waktu itu saya sempat jadi bintang iklan Pepsodent, Sunlight, dan Sabun Cap Tangan.”
 
Selain itu, dari buku Apa dan Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978 (terbit 1979) sejak 1962 aktif sebagai penyanyi dan penari yang menghibur prajurit TNI dalam Trikora, Dwikora, maupun penumpasan G30S/PKI tahun 1966.

Karier Ida memang menjulang. Keluarga yang dibangunnya dengan R.B. Soekarno juga membahagiakan. Setahun menikah, ia melahirkan anak pertama. Dua tahun kemudian lahir anak kedua. Namun, lantaran sibuk main film, selama 6 tahun setelah anak kedua lahir ia baru punya anak ketiga.

Meski kariernya bagus, Ida tak sombong atau melawan suami. ”Sudah seharusnyalah saya menghormatinya. Karena sebagai istri, saya sudah diberi kebebasan banyak, untuk bisa menekuni karier di film,” katanya. ”(Menghormati) suami itu kan ajaran Islam,” ujarnya lagi.

Ida-SAAT-MUDA-1970-1Namun, badai datang saat usia pernikahannya menginjak usia 10 tahun. Tepat setahun setelah anak ketiganya lahir, ia mendapati suami selingkuh. ”Saya sangat merasa dikecewakan,” katanya mengenang. Ia mengaku syok mendapati ada wanita lain sdalam perkawinannya. ”Maaf-maaf ya, saya lebih cantik dari dia,” kata Ida soal wanita selingkuan suaminya.

Emosi, Ida minta cerai. Ida dan R.B. Soekarno cerai Februari 1967. Jadi janda tentu tak enak. “Apalagi saya bintang film, mau tidak mau jadi sorotan,” katanya. Maka, Ida ogah berlama-lama jadi janda. Di bulan November di tahun yang sama Ida menikah lagi.

Kok, cepat betul? “Soalnya, kata orang, bintang film itu jangan sampai lama-lama nge-janda. Soalnya asosiasi orang terhadap artis film itu jelek. Biar kita di jalan bener, tetep saja orang bilang jelek,” bilangnya memberi alasan.       

Suami keduanya Tigor Tobing, pria dari suku Batak yang pernah ikut tergabung di grup musik Batak Trio The Kings. Menikahi orang Batak, apalagi berbeda agama (Ida Islam, Tigor Kristen Protestan) tentu tak mudah. Tradisi dan budaya Sunda bersebrangan sekali dengan Batak.

Orangtua Ida menolak pernikahan beda keyakinan dan budaya itu. Tapi apa mau dikata. Dua-duanya sudah sama-sama cinta. Hati orangtua yang membatu tinggal dicairkan. Tak bosan Tigor datang saat Lebaran, sambil bawa kain dan makanan. Bukannya diberi ucapan terima kasih, begitu tahu Tigor datang pintu langsung dibanting keras-keras. Tapi, cerita Ida, suaminya tak pernah marah atau balik sakit hati. Tetap saja datang, sampai akhirnya, hati orangtuanya luluh juga. ”Malah jadi mantu paling disayang,” kata Ida. Dari pernikahannya dengan Tigor, Ida menambah dua anak. Hingga akhir hayatnya ia dikarunai 5 anak dan 8 orang cucu.

Tamat

(ade/ade)  {JaThumbnail off}