Linda Ramadhanty, Tak Pernah Putus Komunikasi dengan Anak Sejak Dalam Kandungan


Linda Ramadhanty, Tak Pernah Putus Komunikasi dengan Anak Sejak Dalam Kandungan

linda-ramadhanty_markuat
Linda Ramadhanty dan putri semata wayangnya (Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

PERNIKAHAN pertama yang berujung perceraian membuat Linda Ramadhanty (33) sempat terpuruk.

Kariernya di dunia hiburan anjlok ke titik terendah. Hidupnya sulit. Ia pernah tidak punya uang sama sekali. Hatinya sedih, tak bisa membelikan mainan untuk anak semata wayangnya, Attayya Kaysa (9).

"Saya menangis, lihat dia mau mengerti," ucapnya lirih mengawali cerita kepada Bintang belum lama ini.

Berbekal tekad, untuk mampu menghidupi diri sendiri dan anaknya, ia bangkit. Ia mulai mencari pekerjaan di dunia akting.

"Saya jadi figuran. Honornya 300 ribu rupiah. Saya pakai buat kebutuhan anak saya," kata Linda. Dalam hidup Linda saat itu yang jadi prioritas utama hanya Kaysa, Kaysa, dan Kaysa. Luar biasa.

Apa yang saya mau, Kaysa ikuti
Membesarkan, merawat, dan mendidik anak seorang diri bukan sesuatu yang mudah buat Linda. Ia pernah panik ketika anaknya sakit.

"Rasanya pengin mentransfer penyakit anak saya ke diri saya. Mending saya yang sakit, daripada dia. Saya cinta banget sama dia. Enggak pernah ngerepotin," ungkap Finalis Wajah Femina 1996 ini.

Apa yang dikatakan Linda, kami lihat dengan mata kepala sendiri. Di rumah, Linda tak hanya mampu memposisikan diri sebagai seorang ibu, tapi juga ayah, bahkan sahabat. Ia memperhatikan dengan detail segala kebutuhan anaknya. Saat Kaysa butuh teman curhat, Linda selalu siap untuk mendengarkan.

"Kalau ada apa-apa dia pasti cerita ke aku," pungkas Linda.

Menurut Linda, sifat anaknya sangat berbeda. "Dia lebih pemalu, pendiam, tapi kalau di sekolah perhatian banget sama pelajaran. Saya dulu juga begitu, tapi enggak sedetail dia. Dia enggak mau bukunya saya rapikan,” Linda mengurai.

Agar anak tidak manja dan mampu hidup mandiri, Linda mendidiknya dengan tegas dan disiplin. Ia selalu mengingatkan Kaysa, tidak selamanya ia ada buat Kaysa.

"Aku enggak tahu sampai kapan hidup. Dia harus belajar mandiri, biar nanti kalau dia sudah besar, enggak bergantung sama orang,” begitu cerita Linda.

"Tadi, pulang sekolah kan capek. Saya bilang dia, boleh ngadem, istirahat dulu. Setelah itu, mandi ya, karena sebentar lagi Om dari Bintang mau datang. Eh dia malah main game. Akhirnya saya kasih tahu lagi. Alhamdulillah dia ngerti," Linda memberi contoh lain.

Yang dilakukan Linda mungkin terkesan galak. Padahal tidak. Kalau anak dimanja terus, akan berdampak kurang bagus juga ke depan.

"Kaysa itu baik banget. Apa yang saya mau, dia ikuti. Tapi saya juga pernah memarahi dia. Waktu itu saya lagi pusing banget, tapi dia malah nangis, merengek terus. Saya bilang dia, tidak semua yang kamu mau itu bisa kamu dapat. Kalau kamu mau sesuatu, harus berusaha. Bunda bukan orang kaya. Kalau bunda punya uang, bunda pasti kasih. Dia nangis. Setelah itu saya minta maaf. Bagaimana pun dia, kan masih kecil," ucap Linda sembari menambahkan, ia tidak akan marah kalau anaknya tidak bikin salah.

Saya bukan tipe ibu yang care banget, tapi...
Obrolan kami dengan Linda terhenti. Saat itu, Kaysa tiba-tiba datang menghampiri Linda. Dengan nada manja, ia menceritakan serunya bermain di kolam renang bersama Arie Dwi Andika, suami siri Linda.

"Tapi aku enggak berani main itu," Kaysa sambil menunjuk salah satu wahana yang tidak berani dicobanya.

"Ya sudah kalau enggak berani main yang lain saja," jawab Linda, kemudian memberitahu Arie agar main di tempat yang Kaysa inginkan. Melihat keintiman Kaysa dan Arie, Linda senang. Ia tidak pernah memaksa Kaysa untuk menerima Arie sebagai ayah barunya. Semua terjadi dengan sendirinya. "Dia bisa langsung menyatu dengan Arie. Kebetulan Arie juga senang sama anak kecil," aku Linda.

Dia menambahkan, setiap kali punya pacar selalu mengenalkan kepada Kaysa.

"Saya pisah dengan bapaknya Kaysa, waktu Kaysa umur dua bulan. Jadi selama ini kalau saya punya pacar selalu cerita ke dia. Kaysa enggak pernah nanya macam-macam. Di antara kami enggak ada kebohongan. Kalau saya bohong, dia tahu. Kalau dia bohong, saya tahu," Linda mengaku telah membuat komitmen dengan Kaysa untuk tidak berbohong satu sama lain. Tidak pernah sekalipun Kaysa komplain kepada Linda.

Siapa pun yang Linda suka, Kaysa selalu setuju.

"Pernah suatu ketika saya mau menikah dengan seseorang, saya tanya Kaysa: Kay, seandainya Bunda nikah sama dia gimana? Laki-laki itu benar-benar bisa mengambil hati Kaysa. Beliin mainan, ngajak pergi-pergi. Dia lalu bilang: Terserah Bunda, apa yang Bunda suka, aku suka," kata artis langganan FTV ini.

Tapi bukannya menikah dengan laki-laki itu, Linda ternyata malah memilih Arie.

"Saya juga bilang Kaysa lebih dulu: Seandainya Om Arie jadi ayah kamu bagaimana? Terus dia dengan semangat bilang: Aku mau!" Duh, Linda jadi bingung sendiri. Sama yang ini, Kaysa setuju. Sama yang itu, setuju juga. "Cuma pas saya nikah, saya enggak kasih tahu Kaysa. Kasih tahunya setelah nikah. Bukannya bohong. Waktu itu memang serba mendadak," ceritanya.

linda-ramadhanty-keluarga-markuatSeorang anak tentu tidak mungkin bisa dekat dengan ibunya begitu saja, tanpa melalui proses. Hal itu juga dirasakan Linda. Menurut dia, proses mendekatkan diri dengan anak sudah dilakukan sejak Kaysa masih bayi.

"Saya selalu ngobrol. Misalnya cerita soal kegiatan syuting saya. Tujuannya biar dia tahu, walaupun dia belum bisa jawab apa-apa," urai Linda.

Hasilnya, Linda rasakan sekarang. Kalau ada apa-apa, Kaysa selalu cerita kepada Linda. Entah itu senang atau sedih.

"Sebenarnya saya bukan tipe ibu yang care banget sama anak. Tapi, apa yang saya punya, saya tahu, dan saya rasakan selama hidup, saya terapkan ke dia. Makanya, dia nyaman cerita apa saja ke saya. Kalau dia sedang suka sama cowok, enggak apa-apa. Cuma untuk saat ini anggap semuanya teman dulu. Enggak ada yang spesial. Kalau mau spesial, nanti ya kalau sudah SMP," anjur Linda.

Linda juga memberikan pengertian soal  kesibukannya kepada Kaysa. Tak pernah sekali pun Linda putus komunikasi dengan anaknya. Tiap kali ada waktu senggang, Linda benar-benar memanfaatkan bersama anaknya.

"Saya senang lihat perkembangan dia sekarang. Dia pengin jadi penyanyi dan pemain sinetron. Tapi yang utama pengin banget jadi penyanyi. Benar memang, lebih enak jadi penyanyi daripada pemain sinetron. Jawabannya sudah tahu, kan kenapa... hehehe," canda Linda terkekeh.

Iyalah, penyanyi tidak perlu menunggu lama sebelum manggung. Pemain sinetron bisa seharian. Tidak kenal waktu. Pagi jadi siang, siang jadi malam. Begitu seterusnya. Honor yang didapat juga tidak jauh beda.

(ind/gur)