Kala Bintang "Ada Apa dengan Cinta?" Reuni


Kala Bintang "Ada Apa dengan Cinta?" Reuni

reuni-aadc-2012
TABLOIDBINTANG.COM -

Selain dirilis ulang di bioskop, 10 tahun film fenomenal Ada Apa dengan Cinta? juga ditandai dengan reuni para bintangnya.

Pada 8 Februari, pukul 11 siang, 10 tahun lalu. Mira Lesmana (47) ngupi-ngupi di Plaza Senayan, Jakarta. Ia, bersama Nicholas Saputra (27), Melly Goeslaw (38), dan Rudy Soedjarwo (40), baru saja menggelar talk show membahas fenomena putih abu-abu. Melly Goeslaw membawakan tiga nomor dari album soundtrack Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Siang itu sepi pengunjung.

Menjelang makan siang, terdengar bisik dari mulut ke mulut. “Eh, anak-anak SMA antre, tuh di bioskop 21!” beri tahu seorang teman.“Ah, enggak mungkin. Ini, kan masih jam anak sekolah,” bantah Mira, tidak percaya.Tanggal 8 Februari 10 tahun silam telah dicatat sebagai sejarah. Sejumlah 2,7 juta orang (kala itu mayoritas masih SMA-red) merasa diwakili Cinta dan Rangga. Persis 10 tahun setelah Onky Alexander menjadi ikon dalam Catatan Si Boy V. Selamat tinggal Mas Boy. Selamat datang Cinta dan Rangga.

Rabu (8/2), seluruh kru dan pemain AADC menggelar reuni di Rasuna, Jakarta. Apa apa dengan mereka sekarang? “Setelah Petualangan Sherina, mengapa harus bikin film yang serupa? Kalau anak-anak sudah ke bioskop, bagaimana dengan remaja?” kenang Mira, yang menyiapkan reuni hanya dalam 10 hari. Ya, 10 tahun silam, Mira merasa punya PR mengembalikan remaja ke bioskop.

Bukan untuk menonton film Hollywood, melainkan film Indonesia. “Saya penggemar film Gita Cinta Dari SMA, itulah sebabnya anak saya yang pertama bernama Galih. Waktu itu saya bilang kepada teman-teman, kalaupun ada love story lokal yang punya soundtrack mendekati keabadian Badai Pasti Berlalu, harusnya kisah cinta Rangga dan Cinta,” ujarnya.
Ide Mira dipandang sebagian orang terlalu berisiko. Kakak kandung Indra Lesmana ingat betul ucapan Arswendo kepadanya 10 tahun silam. “Mira, saya bekerja di majalah remaja sudah sekian lama. Remaja paling susah ditebak apa maunya. Sekarang kamu mau bikin film remaja? Mau bersaing dengan Hollywood? Kalau sampai film bikinan kamu laku, gue cium elo!” sindir Arswendo kala itu.

Tentu Arswendo tidak bermaksud mencibir niat Mira membangkitkan kembali film Indonesia. Gara-gara Arswendo, Mira makin serius memikirkan. “Ketika saya bilang mau bikin film remaja, saya ingin bikin film dengan dialog yang riil. Bagaimana tokoh-tokoh bicara, musik apa saja yang mereka dengar saat itu, agar penonton terwakili,” beri tahu Mira.
Tanpa adegan merokok. Tanpa memperlihatkan remaja menggenggam ponsel kecuali Rangga di bandara. AADC berhasil mencitrakan generasinya. Film ini telah diputar berkali-kali di layar kaca. Meski begitu antusiasme penonton menyaksikan kembali film ini di bioskop tetap besar.

Kamis dan Jumat (9-10/2), karya Rudy Soedjarwo kembali diputar di Blok M Square 21. Baru saja memulai show hari pertama, jaringan Cinema 21 menyampaikan pengumuman melalui akun Twitter, “Atas permintaan penonton, film Ada Apa dengan Cinta? akan tayang di Blok M Square tanggal 9-12 Februari 2012”. Kicauan ini telah dikicau ulang hingga 177 kali.
Tampaknya, mereka yang melewatkan era putih abu-abu bersama Rangga dan Cinta tidak ingin bernostalogia dua hari saja. Lantas, bagaimana kabar para bintang AADC setelah sepuluh tahun? Inilah komentar mereka setelah reuni semalam.
Foto: Ryan Muhjani/ M. Rofiq Ghozi

Sissy Priscillia (Mili)
“AADC adalah film pertama saya. Waktu itu, saya tidak punya background akting. Mbak Mira menerima kondisi saya. Yang lebih penting masyarakat menerima. Setelah itu tawaran main film terus mengalir seperti Cintapuccino dan Romeo-Juliet,” begitu Sissy mengenang kariernya. Kini Sissy jadi Nyonya Rifat Sungkar. Ia sibuk nge-gym. “Kemarin saya bersama Rifat meretas program ingin cepat punya anak. Tapi karena Tuhan belum memberi, dan semakin dipikirkan malah bikin stres, kami memutuskan menikmati dulu rumah tangga ini. Dokter memberi vitamin. Mungkin itu memberi dampak terhadap berat badan saya. Ini baru susut 4 kg,” aku Sissy, yang ingin segera kembali syuting setelah mencapai berat badan ideal.

Nicholas Saputra (Rangga)
Adrenalin melonjak lagi. Itulah yang dirasakan pemeran Gie setelah menyaksikan AADC untuk kesekian kali. “Dari dulu, saya tidak mau lihat adegan rumah Rangga dibom lalu ia mengejar penjahat bersepeda  motor. Pokoknya enggak mau lihat, karena itu butuh berkali-kali retake,” katanya. Nicholas mengenang AADC dibuat tanpa ekspektasi. Syuting AADC serasa syuting di sanggar dengan tujuan bersenang-senang. “Pada zaman itu, tidak memikirkan AADC akan ditonton berapa ratus orang. Hanya ada satu semangat: Let’s make something,” imbuhnya. Pada 10 Februari, Nicholas terbang ke Jerman menghadiri Festival Film Internasional Berlin 2012. Film terbarunya, Postcard From The Zoo, lolos seleksi di festival bergengsi itu.

Adinia Wirasti (Carmen)
Asti, begitu ia disapa, sepuluh tahun silam dipanggil asisten sutradara AADC, Lasja F Susatyo. Ia dikasting dua kali lalu diperkenalkan kepada para pemeran geng Cinta. “Saya hanya masuk sekolah modeling karena ayah saya menilai putrinya ini terlalu tomboi dan agak gemuk. Mbak Mira dan Mas Rudy membukakan pintu karier yang selebar-lebarnya,” begitu Asti memberi kesan.“Saya jauh lebih memikirkan adegan, dialog, artikulasi, dan emosi setelah AADC memberikan banyak pelajaran sebagai beginner. Ke depan, ada proyek yang mau dikerjakan mulai April untuk layar lebar. Juni baru mulai syuting,” demikian Asti mengomentari kesibukannya sekarang.

Titi Kamal (Maura)
Dulu dikenal sebagai model video klip “Puteri” (Jamrud) dan “Separuh Nafas” (Dewa 19). Perannya sebagai cewek modis dan pesolek dalam AADC membuatnya dikenal luas. Titi Kamal kian melambung setelah memerankan Petris di Mendadak Dangdut. Film ini juga mengangkat hit dangdut fenomenal, “Jablai (Jarang Dibelai)”. “Saya bangga main di AADC. Bagian yang bikin malu, ketika Maura memakai kacamata biru menemani Carmen latihan basket. Saya jadi bertanya, siapa, sih yang punya ide memakaikan kacamata itu?” ujarnya tidak habis pikir.
Istri Christian Sugiono ini belakangan mempromosikan singel terbarunya “Sendiri”. Ini lagu lawas ciptaan Yovie Widianto. Pada 1999, lagu ini dinyanyikan Flo (istri Piyu-red).

Ladya Cheril (Alya)
Pernah menjadi juara favorit kontes majalah remaja, lalu menjadi model video klip “Kasih Tak Sampai” (Padi). “Saya lebih banyak nyengir ketika menyaksikan kembali AADC. Tapi bagi saya, menyaksikan diri sendiri menggunakan seragam putih abu-abu dan membawa kotak makan buat bekal, itu tetap keren,” ungkap Ladya, menyiratkan rasa bangga.Enggan menjelaskan sudah menikah atau masih lajang. Yang jelas, karier akting Ladya tetap berjalan meski lebih sering terlibat dalam proyek indie. “Salah satunya, Postcard From The Zoo bersama Nicholas Saputra. Kebetulan dapat film-film yang selalu terkesan indie,” katanya ringkas.

Dian Sastrowardoyo (Cinta)
Sepuluh tahun silam namanya dibicarakan setelah membintangi Pasir Berbisik. Ia berhadapan dengan diva layar perak, Christine Hakim. Perannya sebagai Daya dalam film itu mengantarnya meraih beberapa penghargaan termasuk di ajang festival film tingkat Asia. Peran Cinta membuatnya semakin tenar dan dianggap sebagai salah satu ikon film Indonesia.

Setelah menikah dengan Indraguna Sutowo dan melahirkan Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, prioritas Dian mulai bergeser. Tubuhnya kembali sintal. Dalam reuni AADC, Dian tidak ingin berbagi soal kesibukannya di dunia akting. Hanya wajahnya yang kerap menghiasi sampul media setelah melahirkan putra pertama. “Cinta, kamu apaan, sih? Tukang ngotot, belagu, keras kepala. Saya merasa lucu dan malu melihat diri saya sendiri 10 tahun yang lalu,” kesannya malam itu.

(wyn/jul/yb)