Bagi Blink Vokal Tetap yang Utama, Dance Hanya Tambahan


Bagi Blink Vokal Tetap yang Utama, Dance Hanya Tambahan

blink-ryan-muhjani-bi
TABLOIDBINTANG.COM -

Girlband Blink dengan personel Febby (16), Ashilla (15), Ify (16), Sivia (15), dan Priscilla (15) baru berdiri 23 Juli 2011. Tapi popularitasnya hampir setara seniornya. Benarkah mereka anti lipsync?

Saat ini bisa dibilang popularitas Blink hampir sejajar dengan Cherrybelle dan 7 Icons yang lebih dulu eksis. Februari lalu, Blink mengembangkan sayap ke layar kaca. Sambil bernyanyi, mereka  beradu akting dengan Derby Romero dan Eza Gionino dalam sinetron Putih Abu-Abu. Dengan tema lagu “Dag Dig Dug” dan cerita cinta yang remaja banget, sinetron ini paling ditunggu-tunggu remaja. Blink pun kian melejit.

Blink bisa dibilang salah satu girl band yang lepas dari stigma lipsync. Kualitas vokal menjadi yang terpenting bagi Ashilla, Febby, Ify, Sivia, dan Priscilla. Kalaupun diminta lipsync oleh penyelenggara acara demi teknis pertunjukan, Blink tetap mengeluarkan suara. Kata Ashilla, “Enggak seru kalau enggak nyanyi benaran! Feel-nya enggak dapat. Bagaimana mau asyik dance, kalau enggak nyanyi? Itu, kan seperti satu kesatuan. Aku, sih kurang suka lip sync.”

Masing-masing personel memiliki latar belakang menyanyi yang cukup kuat. Ashilla, Sivia, dan Ivy jebolan Idola Cilik. Febby, yang sempat berolah vokal di Pranajaya, tak pernah lepas melatih vokalnya. Demikian Priscilla, sejak kecil sudah aktif bernyanyi dari satu panggung ke panggung lain. “Jadi ceritanya, setelah Idola Cilik, aku sempat ikut manajemen artis, nyanyi, juga main di Musikal Laskar Pelangi. Setelah kontrak 3 tahun dengan manajemen itu selesai, aku diajak mama Umay (Tante Yani) membentuk girlband. Awalnya penghuninya aku, Sivia, dan Ivy, jebolan Idola Cilik. Baru kemudian ada Febby dan Priscilla,” cerita Ashilla.

Sejak awal mereka memfokuskan pada olah vokal. “Tapi namanya girlband, harus bisa dance, dong. Jadi kami tetap latihan dance. Vokal yang utama, dance seperti tambahannya. Jadi walaupun nanti girl/boyband enggak tren lagi, kami masih bisa menjual vokal kami, mungkin dengan konsep baru,” jelas Febby.

Penampilan untuk sebuah girlband diakui penting, namun bukan berarti berlebihan. “Tampilan kami lebih teen, gaya anak sekolah dan sesuai karakter kami masing-masing,” bilang Ashilla, yang menggambarkan dirinya cuek dan moody.

(val/yb)