Menonton "Cruel Temptation", Mengenang Sinetron "Kesetiaan Cinta"


Menonton "Cruel Temptation", Mengenang Sinetron "Kesetiaan Cinta"

CT-KC
TABLOIDBINTANG.COM -

DI Indonesia, Indosiar bisa dibilang televisi yang paling konsisten menayangkan drama Korea (draKor). Serial hits macam Full House, Endless Love sampai Boys Before Flowers tayang di saluran TV bermaskot ikan terbang ini.

Kebanyakan, Indosiar menayangkan daily drama. Makanya jumlah episode terkesan pendek, apalagi jika ditayangkan Senin-Jumat.

Tahun 2011, Indosiar mencoba menayangkan draKor yang di negara asalnya juga tayang harian, Cruel Temptation (produksi 2008, dikenal juga dengan judul Temptation of a Wife). Tak heran bila jumlah episodenya pun panjang, 129.

Di Filipina, CT mencetak rating tinggi. Sempat memimpin rating daytime dengan share rata-rata 21,3. Di Indonesia pun terbilang bagus. Berdasarkan rating weekly 10-16 April 2011, CT meraih TVR 2 dengan share 15,4. Episode kemarin (20/4) meraih TVR 2,2 dengan share 17,1. Tak heran bila Indosiar berhasil menggaet produk rumah tangga jadi sponsor tetap CT.

Cruel Temptation (CT) berkisah tentang Eun Jae, wanita lemah yang harus menyaksikan Gyo Bin, suaminya, berselingkuh dengan Ae Ri, saudara angkatnya sendiri. Atas bujukan Ae Ri, Gyo Bin pun membunuh Eun Jae. Takdir berkata lain. Eun Jae selamat. Ia mengubah identitasnya dan datang untuk menuntut balas pada Gyo Bin dan Ae Ri.

Menonton CT tak ubahnya mengenang sinetron yang telah tamat, Kesetiaan Cinta (SCTV, 2009-2010). Sinetron ini dibintangi Laudya Cynthia Bella, Kirana Larasati, Evan Sanders dan Rama Michael memiliki jalan cerita serupa. Hanya saja, karakter/pemeran sinetron produksi MD Entertainment ini lebih muda daripada CT.

KC bukan satu-satunya sinetron yang ceritanya mirip CT. Ada Pengorbanan Anggun (Indosiar, 2009) dengan konflik nyaris sama. Sinetron produksi Gentabuana ini dibintangi Hikmal Abrar, Roger Danuarta dan Marissa Christina. Namun karena rating kurang prima, PA tak bertahan lama. Berbeda dengan KC yang menembus 200 episode.

Dari jajaran pemain, nama Jang Seo Hee, Byun Woo Win atau Kim Heo Syung nyaris tak terdenger dibanding Song Hye Gyo atau Lee Min Ho. Jelas, jajaran pemain bukan faktor utama yang membuat CT diminati di Indonesia.

Daya tariknya justru pada jalan ceritanya yang penuh intrik (selain lebih familiar karena sinetron adaptasinya tayang lebih dulu). Melihat Eun Jae yang lemah dan konservatif, mendadak berubah menjadi wanita anggun dan penuh dendam.

Ae Ri sang antagonis pun akhirnya tak berkutik saat Gyo Bin meninggalkannya dan kembali pada Eun Jae yang mengubah namanya jadi Min So Hee. Eun Jae yang terobsesi pada dendamnya, mengabaikan perhatian Gun Woo, pria tampan yang menaruh hati padanya.

Endingnya pun penuh kejutan. Kami tak mau membocorkannya. Yang pasti, dua sinetron adaptasi CT endingnya sudah diubah sehingga jauh melenceng dari versi aslinya.

Jika puas dengan rating CT, akankah Indosiar membeli daily drama lainnya yang berjumlah ratusan episode?

Kalau iya, coba tayangkan Be Strong Geum Soon. DraKor produksi 2005 ini dianggap sebagai sumber inspirasi Intan yang melambungkan Dude-Naysilla. Atau, Pure 19 yang diduga diadaptasi Cinta Fitri 1.

Selain penonton sudah familiar dengan ceritanya, Pure 19 juga dibintangi Koo Hye Sun, aktris korea yang melambung lewat Boys Before Flowers.

(ray/gur)