“Cinta di Saku Celana”, Sulitnya Mencopet Cinta


“Cinta di Saku Celana”, Sulitnya Mencopet Cinta

JoannaDonny
TABLOIDBINTANG.COM -

BAGI sebagian orang, menyatakan cinta bukan hal yang mudah. Hal ini sudah kerap diangkat menjadi cerita film.

Starvision sendiri pernah mengangkat tema mirip-mirip dalam Love is Cinta (2007).

Cinta di Saku Celana (CdSS), yang mulai tayang hari ini, Kamis (28/6), juga mengangkat kisah pria yang tak berani menyatakan cinta. Alih-alih menampilkan nuansa drama, CdSS justru menyuguhkan perjuangan seorang pria dalam menyatakan cinta pada gadis pujaannya dengan gaya komedik.

Berkisah tentang Ahmad (Donny Alamsyah), pria yang sehari-harinya bekerja di kantor pos. Pria yang besar di panti asuhan ini setiap hari pergi dari kosan ke kantornya menggunakan KRL. Di sana ia bertemu seorang gadis bernama Bening (Joanna Alexandra). Diam-diam, Ahmad merekam gerak-gerik bening dengan handycam. Ahmad mengetahui kehidupan cinta Bening lewat kartu pos yang dikirim tunangan Bening dari berbagai negara.

Ibu panti asuhan (Vitalia Ramona) meminta Ahmad harus segera menyatakan cinta pada Bening. Ia menyarankan Ahmad menumpahkan perasaannya pada bening lewat sepucuk surat.

Dengan susah payah Ahmad menulis surat untuk Bening. Ketika hendak memberikan surat itu pada Bening, pencopet berhasil mengambil dompet Ahmad, tempat di mana ia menyelipkan surat itu.

Bingung, Ahmad pun meminta bantuan seorang pencopet bernama Gubeng (Ramon Y. Tungka) untuk mencopetkan cinta Bening. Masalah semakin rumit tatkala Gubeng tiba-tiba menghilang. Perjuangan Ahmad mendapat cinta juga membuatnya harus berkonflik dengan pengedar narkoba Roy (Gading Marten), sampai ancaman pistol dari Bagas (Lukman Sardi), kekasih Bening. Duh, berhasil enggak ya Ahmad mendapatkan cinta?

DonnyDion***

Tema yang sebenarnya cheesy, dikemas dengan cerdas dan tak tertebak. Sedikit banyak, perjuangan cinta Ahmad untuk menyatakan cinta ini mengingatkan saya pada film Janji Joni. Jika Anda sudah menonton film besutan Joko Anwar itu, pasti masih ingat betapa beratnya rintangan yang harus dilewati Joni (Nicholas Saputra) hanya untuk mengantar roll film dari 1 bioskop ke bioskop lain agar pemutaran film tidak terlambat.

Ini juga yang dialami Ahmad. Kalau saja ia punya cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaan pada Bening, tentu tak harus berurusan dengan pencopet dan pengedar narkoba.

Film yang skenarionya ditulis oleh Ben Sihombing ini mencoba menghadirkan komedi cerdas. Artinya, Anda tak akan menemukan humor slapstick atau candaan meledek fisik seperti yang kerap digunakan film horor komedi. Harus diakui dalam banyak bagian cara ini berhasil. Penonton diajak menertawakan bagaimana pria yang tampan dan gagah berubah menjadi canggung, tidak percaya diri, dan salah tingkah ketika berhadapan dengan urusan cinta.

Atmosfir Jakarta segmen rakyat jelata ditampilkan dalam film karya sutradara Fajar Nugros ini. Lokasi pasar yang padat dan kumuh, tawuran di stasiun KRL, kantor pos, rumah-rumah kecil di gang kawasan padat penduduk, kosan yang bapuk, sampai bioskop tua di kawasan Senen yang tiketnya 5000 Rupiah.

Satu lagi, penonton bakal mendapat bonus banyak cameo. Anda bisa melihat wajah Luna Maya, Masayu Anastasia, Enditha, Agus Kuncoro, Lolita Putri dan Imey Liem numpang lewat di film berdurasi 80 menit ini.

Images Credit: Starvision

(ray/ade)