Mengenang "Doaku Harapanku", Sang Pelopor Sinetron Ramadhan yang Fenomenal


Mengenang "Doaku Harapanku", Sang Pelopor Sinetron Ramadhan yang Fenomenal

doakuharapanku1
Menyusul sukses besar, para bintang Doaku Harapanku tampil di cover Tabloid Bintang
TABLOIDBINTANG.COM -

KEHADIRAN sinetron Ramadhan selama 14 tahun terakhir tak pernah absen dari layar stasiun TV swasta. Masih ingat dengan sinetron Ramadhan Doaku Harapanku?

Kalau dulu stasiun TV hanya menyiapkan 1 sinetron harian bernuansa Islami yang tayang jelang adzan Maghrib, sekarang 1 stasiun TV bisa menghadirkan 3 judul. MNCTV misalnya, yang menayangkan Kami Bukan Malaikat, Si Alif, dan Tendangan Si Madun season 2 untuk mengisi slot Berkah Cinta Ramadhan. Selain jelang Maghrib, sinetron Ramadhan sekarang bisa Anda temukan di jam sahur atau seusai tarawih.

Menjamurnya sinetron Ramadhan setiap tahun, tak lepas dari kemunculan Doaku Harapanku, yang tayang di RCTI pada Ramadhan tahun 1998. Sinetron produksi Multivision Plus ini mengekspos cobaan hidup yang dialami Anisa (KD). Sebenarnya ia memiliki suami yang sangat mencintainya, Andika (Dicky Wahyudi). Namun ibu tiri Andika, Lela (Leily Sagita), selalu bersikap memusuhinya. Lela takut Anisa mengambil semua harta kekayaan Andika.

Penderitaan Anisa mencapai puncaknya saat Andika mengalami kecelakaan dan dikira sudah meninggal. Momen ini digunakan Lela untuk menyiksa Anisa, dan mengambil alih harta warisan Andika. Sementara Anisa yakin suaminya itu masih hidup. Benar saja, Andika memang masih hidup namun mengalami hilang ingatan.

Formula sukses sinetron yang masih ampuh diterapkan hingga sekarang; penderitaan karakter utama wanita, ibu mertua kejam, sampai tokoh hilang ingatan, ada dalam sinetron yang disutradarai H. Ahmad Yusuf ini. Kalau tak salah ingat, Doaku Harapanku salah satu sinetron pertama yang mempopulerkan cerita soal amnesia.

Kehadiran sinetron tayang harian yang saat itu masih terbilang baru, serta disiarkan menjelang berbuka puasa, membuat sinetron ini langsung membentot perhatian. “Aku sempat belum sadar main di Doaku Harapanku imbasnya luaaar biasa. Sampai-sampai aku nggak percaya tayangan itu ditonton lebih dari 80 juta orang,” bilang KD kala itu.

Bagaimana proses lahirnya Doaku Harapanku, yang menjadi pelopor sinetron Ramadhan?

Idenya datang dari pihak RCTI. Menurut Bang Ucup, panggilan Ahmad Yusuf, ada 9 rumah produksi yang ditawari RCTI untuk membuat program khusus Ramadhan ini.

“Tapi tak ada yang sanggup. Kemudian ditawarkan pada Multivision. Pak Raam (bos Multivision) menyambut tawaran itu sebagai tantangan. Dalam 4 bulan kita menyelesaikan 36 episode. Menurut saya, ini Mission Impossible,” jelas bang Ucup dalam wawancara yang dimuat tabloid Bintang Indonesia edisi 452, Desember 1999.

Akhirnya diputuskan ada 4 sutradara yang dipecah jadi 4 tim. “Alhamdulillah, seminggu sebelum Lebaran, proyek selesai,” kenangnya.
Bang Ucup memakai konsep berdakwah tanpa menggurui. Ia belajar banyak dari Little House On The Prairie-nya Michael Landon, lalu tercetuslah Doaku Harapanku.

Sebagai generasi awal bintang sinetron stripping, KD mengaku banyak mendapat tantangan dalam bermain sinetron harian. “Pemirsa lebih kritis dan selalu mengingat peran apa dan siapa yang memerankan. Wajar bila pemirsa bisa mengeluarkan saran dan kritik secara langsung. Suka atau tidak, aku harus terima,” ucap KD.

Penghayatan akting bukan satu-satunya tantangan dalam melakonkan karakter Anisa. Ia juga diminta menurunkan berat badan. “Sutradara minta aku nurunin berat badan sampai 7 kg, aku lakukan juga,” cerita KD.

KD sempat terkejut ada penggemarnya yang senasib dengan karakter yang ia perankan; disiksa mertua. “Dalam sebuah wawancara radio, ada orang yang mengaku mendapat perlakuan dari mertua yang mirip banget dengan yang dialami Anisa. Dia menceritakan padaku sambil nangis. Yang mengejutkan, dia tinggal di kawasan Pondok Indah, yang notabene dari golongan berkelas dengan penghuni yang jelas berpendidikan tinggi. Ternyata ada juga, ya mertua kejam dan arogan,” ujarnya heran.

Selain peran Anisa yang tertindas, karakter Lela yang super kejam juga sulit dilupakan pengikut setia sinetron Doaku Harapanku. Leily Sagita mengaku ketakutan sendiri melihat karakter yang diperankannya. “Kalau melihat akting saya sendiri, terus berpikir kalau seandainya itu ada, saya jadi ngeri. Jahat banget orang ini. Saya pikir orang yang berkarakter seperti itu hampir tidak ada,” tutur wanita yang kala itu juga membintangi sinetron Tersanjung.

Karakter Lela berakhir di rumah sakit jiwa. Namun dalam sekuelnya, Doaku Harapanku 2, karakter ini berubah jadi baik.

Tak hanya sinetronnya yang sukses dan menjadi trendsetter sinetron Ramadhan, lagu tema Doaku Harapanku yang dinyanyikan KD juga booming pada masanya. Lagu berjudul Doaku Harapanku itu diciptakan oleh Embi C. Noor. Namun entah atas pertimbangan apa, lagu itu tak dipakai dalam Doaku Harapanku 2. Diganti lagu lain, tidak dinyanyikan oleh KD.

Yang pasti, sesuai namanya, sinetron Ramadhan generasi awal macam Doaku Harapanku menganut sistem mulai tayang seminggu sebelum Ramadhan, dan tamat seminggu setelah Lebaran. Seiring ketatnya persaingan, di tahun-tahun berikutnya ada stasiun TV yang mencuri start dengan cara memulai parade sinetron Ramadhan sebulan sebelum hari pertama puasa.

Sistem ini sudah tidak diterapkan sekarang. Islam KTP (SCTV), misalnya. Karena ratingnya tinggi, sinetron yang tayang menyambut Ramadhan 2010 ini baru berakhir setelah Lebaran 2011, dengan jumlah lebih dari 500 episode.

(ray/yb)