Berbagai Cara Menjual Album Rekaman Kini


Berbagai Cara Menjual Album Rekaman Kini

jkt48 rilis single baru
JKT48 rilis single baru (Foto: Seno/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

ANGKA penjualan fisik kian menukik, praktisi industri rekaman putar otak mencari cara alternatif untuk menjajakan kepingan album.

SPBU dan toko ayam goreng pun disasar sebagai media untuk memasarkan CD dan kaset.

Tingginya angka pembajakan serta merebaknya situs unduh ilegal kerap dituding sebagai biang keladi menurunnya angka penjualan album fisik. Penjualan yang terus melorot ini membuat banyak toko CD atau pun kaset gulung tikar. Buntutnya, banyak perusahaan rekaman kesulitan mendistribusikan barang rekaman yang diproduksi. Kalau tak bisa memasarkan produk, tak mungkin perusahaan rekaman bakal terus survive.

Sebenarnya selain menjual album, label punya usaha "sampingan" dengan menjual ringback tone (RBT). Peminat layanan ini membeludak. Sebuah band yang lagunya tengah populer bisa menjual RBT sampai belasan juta. Karena potensi dan keuntungan menggiurkan ini, banyak yang terjun ke unit usaha ini. Celakanya, di tengah bisnis yang tengah mekar ini, muncul skandal pencurian pulsa oleh sejumlah content provider (CP) nakal. Akibatnya, layanan itu dihentikan untuk sementara waktu. Perusahaan rekaman pun mau tak mau kembali kepada tugas pokok: menjual album rekaman.

Berbagai cara pun dilakukan untuk mencari jalan agar barang rekaman ini sampai di tangan publik. Salah satu caranya dengan menggandeng perusahaan waralaba ayam goreng Kentucky Fried Chicken (KFC) untuk memasarkan album. Sejak 2006, KFC sudah mulai memasarkan album rekaman. Kala itu yang dijual adalah album band indie yang direkrut KFC. Penjualannya tergolong lumayan. Dalam sebulan, KFC mampu menjual ratusan ribu keping CD yang bundling dengan paket menu di restoran cepat saji itu. Tak mengagetkan KFC mampu menjual album dalam jumlah yang fantastis.

Jumlah gerai KFC mendekati 500 dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Pelanggan waralaba ayam goreng ini pun bejibun. Dengan potensi itu, tak terlalu sulit bagi KFC untuk menjual album penyanyi solo atau pun band.

Efektivitas KFC dalam menjual album rekaman, menggoda banyak perusahaan rekaman tergoda untuk memasarkan albumnya di gerai KFC. Padahal, dulunya KFC sempat menawarkan diri ke berbagai label untuk menjadi media penjualan album. Tapi ide itu malah ditertawakan praktisi industri rekaman.

Nyatanya, kolaborasi KFC dan label menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Ketika Keci Music menggandeng KFC untuk menjual album Hipnotis milik Indah Dewi Pertiwi, penjualannya langsung menembus angka 2 juta keping. Begitu juga saat Aquarius mendapuk KFC untuk menjual album The Best of Agnes Monica. Album itu laris manis hingga menembus angka 1,5 juta kopi.

Fakta ini membuat banyak label berbondong-bondong mengajak KFC bekerja sama menjajakan album. Kini, band besar macam Slank dan Noah juga menjual album via KFC. Album Seperti Seharusnya milik Noah yang dirilis 2012 lalu, sampai kini sudah laku lebih dari 1 juta keping. Tak semua album rekaman bisa dijajakan di waralaba yang dirintis Kolonel Sanders ini.

"Kami hanya memilih musisi yang potensial saja. Tak semua album bisa kami jual di sini," ungkap Brand Manager KFC Indonesia, Novrizal beberapa waktu lalu.

Menariknya, langkah yang dilakukan oleh KFC kini juga ditiru ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Carrefour. Toko buku Gramedia juga mulai menyediakan ruang untuk menjual album rekaman. Bahkan SPBU Pertamina juga mulai menjual album. Fakta ini tentunya membuat para praktisi industri musik senang. Paling tidak, mereka punya banyak pilihan untuk memasarkan albumnya.

Cara lain yang juga ditempuh label adalah menggunakan toko digital Apple iTunes Store. Kebetulan, sejak tahun lalu Apple mulai membuka lapak toko musik digital yang menjual album Indonesia. Harga satu lagu di iTunes Storeantara Rp 5.000 - Rp 7.000. Adapun harga satu album mulai Rp 45.000 sampai Rp 65.000.

Indonesia sebenarnya terbilang terlambat disambangi iTunes Store. Mereka malah sempat enggan membuka toko di sini dengan alasan maraknya pelanggaran hak cipta dan pembajakan. Salah satu perusahaan rekaman yang giat mengampanyekan membeli album lewat iTunes Store adalah Sony Music Indonesia.

Sayangnya, cara membeli album lewat iTunes Store belumlah populer. Selain metode pembayaran yang terbilang rumit, situs-situs unduh ilegal masih merajalela. Bila metode pembayaran ringkas dan akses terhadap situs berbagi fail musik ilegal diblokir, tidak tertutup kemungkinan masyarakat Indonesia membeli lagu lewat toko digital yang dirintis Steve Jobs ini.

Menjual album langsung ke tangan konsumen juga menjadi salah satu jalan yang ditempuh label. Hal ini dilakukan Hits Records, label yang menaungi JKT48. Menggandeng manajemen JKT48, Hits Records kerap mengadakan program direct selling. Jadi album atau single dijual langsung kepada penggemar. Biasanya hal ini dilakukan saat JKT48 berkeliling Indonesia.

Album-album grup idola ini juga tersedia di Theater JKT48—sebuah teater eksklusif yang hanya menampilkan pertunjukan JKT48. Jika penggemar ingin mendapatkan kepingan album atau single, tinggal mendatangi Theater JKT48 yang terdapat di mal F(x) Jakarta. Fanbase yang kuat dan fanatisme penggemar yang tinggi memudahkan album mereka diserap pasar.

Menariknya, penjualan fisik album dan single JKT48 dilakukan pula via laman belanja seperti www.nadatop.com dan www.rakuten.co.id. Dengan munculnya berbagai alternatif penjualan album, mudah-mudahan industri musik lokal segera kembali bangkit.

(bin/adm)