Mistis Eksotis Sapto Djojokartiko


Mistis Eksotis Sapto Djojokartiko

Detail-detail-kain-bernuansa-mistis-menghiasi-koleksi-Sapto-Djojokartiko
Detail-detail kain bernuansa mistis menghiasi koleksi Sapto Djojokartiko.
TABLOIDBINTANG.COM -

DEJA VU. Itulah yang kami rasakan saat menyaksikan koleksi terbaru dari Sapto Djojokartiko yang ditampilkan di malam pembukaan Senayan City Fashion Nation, Rabu (11/4) lalu.

November 2011, Sapto Djojokartiko memperkenalkan koleksi terbarunya yang bertajuk “Sang Randeng Girah”.

Rancangannya kala itu terinspirasi dari sebuah naskah berbahasa Sansekerta yang dibacanya dari kisah “Cerita Calon Arang (The King, The Witch and The Priest)” karya Pramoedya Ananta Toer. Sosok Calon Arang sebagai wanita tangguh dan berkuasa, menginspirasinya untuk menciptakan rancangan busana yang menonjolkan sisi ‘brave and bold’ seorang wanita.

Dalam peragaan busana yang menjadi bagian dari ajang Jakarta Fashion Week itu, Sapto memamerkan jajaran busana sepanjang mata kaki yang berpadu dengan tatanan rambut panjang nyaris selutut. Kesan mistis begitu kuat.

Ditambah lagi alur berjalan para peragawati yang perlahan, seolah mencoba menarik setiap mata ke dunia misteri sang Calon Arang. Dominasi warna hitam menari-nari dengan detil bordir benang keemasan yang menghasilkan kesan eksotis khas Pulau Dewata.

Lima bulan setelah Jakarta Fashion Week, desainer kelahiran Solo itu menampilkan bagian kedua dari koleksi “Sang Randeng Girah”.

Kali ini, di malam pembukaan Senayan City Fashion Nation, Sapto memperlihatkan versi cocktail dress yang lebih simpel dan wearable. 10 set busana disusun dari kain tulle, French lace, dan embroidery yang melahirkan sosok wanita anggun namun tetap powerful, tak berbeda dari koleksi sebelumnya.

Kesan mistis dan romantis masih terasa, begitu pula dengan warna-warna kelam yang menghasilkan nuansa temaram. Untuk aksesoris, Sapto mengeksplorasi ornamen kembang goyang dari busana adat Bali, namun digunakan sebagai aksesoris di bawah kepala. Seluruh busana rancangan Sapto dilengkapi dengan sepatu dari lace dan genuine leather yang memberi nuansa klasik.

(rere/gur)