Bayi Belajar Bicara dengan Meniru Gerak Bibir, Bukan Mendengar Suara


Bayi Belajar Bicara dengan Meniru Gerak Bibir, Bukan Mendengar Suara

Para-peneliti-memasangkan-headband-dengan-alat-sensor-untuk-mengetahui-arah-perhatian-sang-bayi-(dok.-AP)
Para peneliti memasangkan headband dengan alat sensor untuk mengetahui arah perhatian sang bayi (dok. AP)
TABLOIDBINTANG.COM -

BAGAIMANA cara bayi belajar bicara? Banyak orang percaya, bayi belajar bicara dari suara yang didengarnya. Namun sebuah penelitian membuktikan bahwa anggapan ini salah.

Para peneliti dari Florida Atlantic University menemukan, bayi mempelajari kemampuan berbicara dengan cara membaca gerak bibir orang-orang di sekitarnya.

Gerak bibir kemudian ditiru dan menghasilkan ocehan-ocehan bayi yang masih belum terdengar secara jelas.

Saat usia bertambah, ocehan pun berganti menjadi kata-kata yang diucapkan secara akurat.

“Agar dapat meniru ucapan lawan bicaranya, bayi mencari tahu bagaimana cara membentuk gerak bibir untuk menghasilkan suara yang sama dengan yang mereka dengar,” ujar anggota tim peneliti, David Lewkowicz, seperti dikutip Daily Mail.

Lewkowicz dan anggota tim lainnya meneliti setidaknya 180 bayi berusia 4,6,8,10 dan 12 bulan. Bayi-bayi yang dilahirkan di keluarga berbahasa Inggris itu diminta untuk menyaksikan tayangan video seorang wanita yang berbicara bahasa Inggris dan Spanyol.

Di kepala sang bayi, para peneliti memasangkan headband yang dilengkapi alat sensor untuk mengetahui kemana arah perhatian para bayi itu tertuju.

Pertama-tama, para peneliti memutar video berbahasa Inggris.

Hasil eksperimen menunjukkan bayi berumur 4 bulan lebih banyak memperhatikan mata pembicara, sedangkan bayi 6 bulan memperhatikan mata dan mulut pembicara secara bergantian. Bayi berusia 8 dan 10 bulan lebih banyak memperhatikan bagian mulut, dan bayi 12 bulan memperhatikan area mata.

Lewkowicz menuturkan, di usia enam bulan bayi mulai mampu menyeimbangkan kemampuan mengendalikan konsentrasi, itulah yang membuat mereka dapat memperhatikan bagian mata dan mulut sekaligus.

Bagaimana jika bayi-bayi dari keluarga berbahasa Inggris itu menonton tayangan video berbahasa Spanyol? Hasilnya menunjukkan, bayi-bayi berusia 12 bulan lebih banyak memperhatikan bagian mulut, seperti juga bayi-bayi di usia lebih muda.

Seperti dipaparkan dalam penelitian yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences itu, bayi membutuhkan usaha lebih keras dalam memahami dan meniru bahasa yang tidak lazim didengarnya.

Riset ini juga membuktikan, bayi sudah dapat membedakan mana bahasa ibu dan mana bahasa asing.

(rere/gur)