Seberapa Kaya Luna Maya?


Seberapa Kaya Luna Maya?

Luna Maya (Bambang/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SEBELUM terseret kasus video mesum yang memperlihatkan dirinya muncul, Luna Maya aktris kelas wahid paling laris saat ini. Kekayaannya menggunung dari sinetron, main film, hingga laris manis membintangi iklan berbagai produk. Tapi, gara-gara kasus ini, langit yang menaungi Luna terasa runtuh seketika. Ia cuti dari acara Dahsyat di RCTI. Kontraknya dengan Unilever yang membuat produk sabun Lux berakhir tiba-tiba.

Kami pernah menulis soal kekayaan Luna saat memilihnya sebagai Bintang Indonesia 2009 di tabloid ini edisi 971 Desember silam. Silakan membacanya kembali sambil bertanya-tanya mungkinkah Luna meraih segala kesuksesannya kembali setelah kasus ini:  

Di Jalan Gatot Subroto Jakarta, tepatnya di perempatan Kuningan (dari arah Grogol ke Cawang) yang padatnya minta ampun, terpampang papan reklame atau billboard besar iklan produk elektronik ternama. Tampak seorang wanita cantik mengenakan gaun warna pink. Wanita di billboard itu tak lain Luna Maya (26).

Keberadaan Luna bukan hanya di billboard. Ia juga bisa ada di mal, konter ponsel, spanduk, warung, tabloid dan majalah, sampai rumah kita lewat TV. Entah lewat iklan yang dibintanginya, seperti XL, Torabika, Vitalong C, dan Bata, acara musik Dahsyat yang dibawakan bersama Raffi Ahmad dan Olga Syahputra setiap pagi di RCTI, acara The Promotor di Trans TV, atau gosip di infotainment. Sulit rasanya mencari tandingan yang sepadan dengan Luna untuk tahun ini. Artis asal Bali ini bersinar lebih terang dengan konsistensi dan pencapaian yang memukau. Imejnya benar-benar kuat, hingga siapa pun -- dari rumah produksi, event organizer, biro iklan, label rekaman, sampai stasiun TV -- berlomba untuk menggunakan pesonanya.

Bahkan sudah dua tahun terakhir ia disebut-sebut sebagai Ratu Iklan. Sifatnya yang menyenangkan dan ramah, juga berperan dalam melambungkan namanya. “Luna bintang yang mewakili identitas kami dengan kepribadian yang dinamis, berani mencoba hal baru, profesional, dan punya motivasi tinggi untuk menghasilkan sesuatu dengan hasil terbaik,” kata Turina Farouk atau Rina, Vice President Marketing Communication XL. Harus diakui, menurut Rina, sejak Luna menjadi brand ambassador, produknya jadi semakin dikenal dan dekat dengan masyarakat. Terbukti, penjualannya mengalami kenaikan pesat, dari 10,1 juta pada 2007 menjadi 26,6 juta pelanggan per 1 Desember 2009. “Awareness-nya juga semakin tinggi. Bahkan jika melihat Luna pasti masyarakat langsung mengidentikkan dengan XL atau sebaliknya. Luna pun jadi semakin dikenal dengan iklannya yang sangat gencar sejak 2008,” jelas Rina sembari menambahkan, sejauh ini kerja sama dengan Luna lancar-lancar saja. Hal yang sama mungkin juga dirasakan produk-produk lain. “Alhamdulillah, walau imej saya bagaimana, kontrak kerja tidak pernah diputus,” aku Luna.

Popularitas Luna di dunia nyata ternyata  juga berimbas ke dunia maya. Coba saja ketik Luna Maya di situs Google atau Yahoo. Ditemukan sekitar 2,1 juta dan 9,9 juta hasil telusur tentang Luna Maya. Akun Twitter Luna yang terdaftar sejak 18 Juli 2009 lalu, sudah diikuti 123.371 followers per 15 Desember 2009. Jumlah yang sangat besar untuk artis Indonesia. Sekadar pembanding, Bunga Citra Lestari (80.141), Tora Sudiro (97.945), Sandra Dewi (57.743), atau Vidi Aldiano (117.014). Pun begitu dengan penggemarnya di Facebook yang hampir menyentuh angka 400.000 orang, sementara Dian Sastrowardoyo (110.027) dan Agnes Monica (134.274). Ini sekaligus membuktikan sepak terjang serta konsistensi cewek bermata indah ini memang penting di dunia hiburan sepanjang tahun, dan layak diapresiasi sebagai Bintang Indonesia 2009.


Ya, Luna selalu punya cara sendiri untuk tetap eksis. Sejak mencoba peruntungan di ranah hiburan sebagai model, ia laris ditanggap di mana-mana. Tidak pernah sepi job. Lewat film dan sinetron Luna semakin dikenal. Potensinya makin mengukuhkan eksistensinya sebagai artis multitalenta. Tahun ini setidaknya Luna tampil di layar perak lewat Dewi bersama Rianty Cartwright dan Dimas Seto serta layar lebar lewat Asmara Dua Diana dan Janda Kembang. Juga mulai merambah menjadi penyanyi lewat lagu "Suara Hati (Ku Berharap) milik Hijau Daun dan "Menuju Surga-Mu" karya Alam Urbach. Jadi sutradara film pendek berjudul Suci and The City, sutradara klip penyanyi Dhea Ananda, produser musik band baru bernama Namaku, dan main komsit OB2. Belum lagi bisnisnya, dari clothing line, barber shop, lounge dan kafe, sampai manajemen artis. Bisa dibayangkan, berapa banyak pundi-pundi yang berhasil dikumpulkan dalam setahun. Honor per episode sinetronnya saja sekitar 20 juta rupiah. Film bisa di atas 200 juta rupiah. Untuk Dahsyat kabarnya 5 juta per episode. Belum lagi nilai kontrak iklannya, yang setahun ditaksir sekitar 3 miliar rupiah. Kalau tahun lalu saja masuk peringkat lima artis terkaya di Indonesia versi sebuah majalah dengan total kekayaan 5 miliar rupiah, tahun ini boleh jadi sudah naik 3 kali lipat. Disinggung soal itu, Luna hanya tersenyum. "Ada deh (jumlahnya). Untuk investasi dan berbagi sebisa mungkin," kata Luna tentang uangnya.

Lewat Dahsyat, orang mulai tahu sisi lain seorang Luna Maya. Selama ini Luna yang lekat dengan peran serius, ternyata bisa gokil dan seru juga, walau awal-awalnya terkesan garing dan agak dipaksakan. Keberuntungan benar-benar didapat Luna di acara ini. Terlebih lagi mendapat rekan kerja seperti Olga dan Raffi. "Alhamdulillah, saya banyak belajar dari Dahsyat," cetus adik kandung Ismail Abdul dan Tipi Jabrik ini. Cuma, jangan suruh Luna menyanyi. Sudah pasti ia menolak. Luna sadar suaranya pas-pasan. "Saya enggak pede nyanyi. Tawaran manggung sih banyak, tapi enggak pernah mau," cetus penyabet penghargaan Artis Wanita Favorit pada Indonesia Kids Choice Awards 2009, nomine presenter Music Variety Show Terfavorit dan Aktris Terfavorit di ajang Panasonic Awards 2009 ini.

Meski berlimpah harta dan terkenal, Luna tidak mau terbawa eforia atau terjangkit sindrom popularitas. Gaya hidupnya tak banyak berubah. Ia lebih senang menghabiskan waktu di rumah atau kantornya setiap ada waktu luang. "Kadang saya nonton dan jalan, tapi waktu saya 80 persen terkuras untuk kerjaan. Enggak ada waktu untuk sindrom. Tapi kalau stres ada. Kadang mood  terganggu," kata Luna yang kerap diselimuti ketakutan akan masa depannya di dunia hiburan. "Bohong kalau enggak ada (ketakutan). Suatu saat nanti pasti ada Luna Maya lain yang lebih muda, cantik, tinggi, berbakat, jago. Sementara setiap hari saya tambah tua. Makanya untuk menghilangkan ketakutan itu, ya membekali diri dengan banyak ilmu. Biar nanti kalau terjadi sesuatu, bukan end of the world," sambungnya. Hal lain yang perlu dicatat, keterlibatan Luna dalam memerangi kelaparan lewat WFP (World Food Programme), di bawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Setiap tahun Luna mengajak masyarakat, dari pelajar, artis, sampai pejabat, mengikuti aksi jalan bersama dalam acara rutin WFP.

Sampai saat ini Luna terus mencoba hal baru dan tidak kenal kata menyerah. “Pengin saja mendapatkan semua yang belum bisa saya dapat, mempelajari yang belum pernah saya pelajari. Makanya, saya pengin mencoba semuanya," kata blasteran Austria-Bali ini. "Ini juga proses belajar. Saya mau meningkatkan kemampuan. Batasan yang saya punya sampai mana sih?" tambahnya. Sukses atau tidak, Luna menyerahkan pada waktu. "Yang penting saya enggak cuma ngomong doang mau ini itu, tapi juga melakukan (dengan perbuatan nyata). Kalau toh gagal yang ngerasain kan saya, bukan orang lain," ungkap kekasih Ariel ini. Tentang pandangan miring segelintir orang, Luna tidak mau ambil pusing. Buatnya yang terpenting, terus berkarya. "Saya enggak butuh membuktikan kepada orang banyak kalau saya sukses. Saya cuma butuh pembuktian buat diri sendiri bahwa saya mampu," ucapnya.

(ind/ade)

{JaThumbnail off}