Soraya Hylmi, Memulai Debut Bersama Keith Martin


Soraya Hylmi, Memulai Debut Bersama Keith Martin

Soraya-Hylmi--MARKUAT-2
Soraya Hylmi (Markuat/BI)
TABLOIDBINTANG.COM -

SELAIN sibuk merampungkan proses album solo terbarunya, Keith Martin juga ikut menyumbangkan karyanya di album mini pendatang baru di industri musik, Soraya Hylmi.

Nama Soraya Hylmi mungkin belum familier di  industri musik. Tapi jangan salah, wanita keliharan Palembang, 14 Oktober 1986 ini termasuk pemain lama di jagat hiburan. Ia mantan VJ MTV yang sekarang rajin wara-wiri di layar kaca sebagai presenter-- terutama program olahraga.

Cuma yang menarik, setelah diusut ternyata Soraya pun bukan murni pendatang baru di dunia musik.

“Aku memang bukan penyanyi rekaman, tapi suka hang out sama anak-anak hip hop. Dulu waktu Oka Antara promo album manggung keliling Indonesia, aku ikut,” papar Aya--panggilan akrabnya.

Lalu bagaimana awalnya Aya bisa bertemu dan tercetus ide kolaborasi bahkan menggandeng Keith sebagai produsernya?

“Bertemu sih sudah lama, Valentine 2008. Biasalah dia, kan sering jadi pengisi acara-acara romantis begitu. Waktu itu sekadar kenal dan belum kepikiran kerja bareng. Baru tahun lalu mulai ada obrolan dan disambut sangat baik olehnya,” ungkap Aya.

Tak hanya menyambut baik, Keith terlihat jelas sangat antusias. Terbukti yang awalnya hanya berencana membikinkan satu lagu I Give You Me, Keith akhirnya menyumbang dua lagu.
Aya sangat berterima kasih dan bangga bisa berkolaborasi dengan pelantun tembang I'll Never Find Someone Like You itu.

Soraya-Hylmi--Keith-Martin--MARKUAT-1“Keith termasuk perfeksionis. Dan itu bagus, memacuku selalu semangat dan tampil maksimal. Misalkan saat geladi resik, dia mau semuanya harus persis seperti ketika nanti berada di panggung. Tak boleh mentang-mentang baru latihan dan belum ditonton orang jadi asal-asalan, persiapannya harus matang. Aku pelan-pelan belajar banyak dari dia,” tutur Aya.

Aya juga mengaku sengaja ingin melihat target pasar dengan meluncurkan album mini sebelum nantinya menggebrak dengan album full.

“Aku, kan juga enggak boleh sembarangan. Pengin lihat respons masyarakat dulu.  Soal memilih lagu pun harus cermat. Makanya aku sengaja menyeimbangkan, dua lagu bahasa Inggris dan sisanya bahasa Indonesia karena mayoritas pendengarnya, kan masyarakat Indonesia. Harapanku albumku bisa diterima dan dinikmati semua penikmat musik,” beber Aya. 

(yoci/gur)