Green Skate School, Mengasah Keberanian anak lewat Skateboard

green-skate-school
Green Skate School(M. RIZKI A/US)
TABLOIDBINTANG.COM -

Orang tua mana yang tak ingin jagoan kecilnya tumbuh menjadi pribadi tangguh? Mengajak Si Buyung beraktivitas menantang adrenalin, dapat menguatkan mental dan fisik anak, "Berlatih skateboard membuat anak mencoba push the limit," jelas anthony Adam Caya(31), pelatih dan pendiriGreen Skate School

Ada kesibukan baru di Taman Mini Indonesia. Terletak di samping Teater Keong Mas, sejumlah anak dan remaja tengah asyik bermain skateboard di arena skate Green Skate Park. Urban Style terkesima dengan bocah usia 8 tahun yang mahir meluncur dari tempat tinggi menggunakan papan skate. Kegiatan ini rutin ada setiap Sabtu dan Minggu.

Anak-anak ini tidak bermain sendiri. Mereka dibimbing dan diawasi pelatih dari Green Skate School, yang beroperasi November 2009 lalu. “Sebelum di sini, saya sempat aktif mengajar di Kemang tahun 2004. Namun setelah skate park Kemang tergusur, saya sempat vakum sampai menemukan Gree Skate Park ini,” jelas Tony.

Ada alasan mengapa Tony bersemangat melatih. “Banyak anak yang ingin bermain skate, tapi orangtua melarang karena tak ada yang mengawasi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai SE Asia Skate Team Manager & Events Coordinator ini. Agar anak didiknya tetap selalu dibawah pengawasannya, Tony membatasi jumlah muridnya. “Selain itu skater di Indonesia masih sedikit, padahal jenjang karier menjanjikan,” katanya.

Tony melatih anak bermain skate dengan sistem safe & fun. “Harus step by step, mulai dari cara jalan, memutar papan, memutar badan dan seterusnya,” terang pria yang bermain skate sejak usia 16 tahun ini. “Jadi nggak baru belajar langsung melompati 5 tangga,” katanya tertawa. Untuk bisa bermain, biasanya perlu waktu

sekitar 6 bulan. “Kalau benar-benar jago, biasanya perlu waktu 1,5 tahun,” ungkapnya. Meski murid yang aktif berusia 8-12 tahun, sebenarnya tak ada batasan umur untuk bergabung di Green Skate School. “Memang, yang paling bagus mulai di usia 9-12 tahun. Jadi saat remaja sudah mahir,” jelas Tony. Untuk

persiapan awal, anak bisa membeli papan skate, helm dan pelindung lengan-lutut sekitar Rp. 1,5 juta.

Biaya kursus per anak hanya Rp. 600.000 (4 sesi dalam sebulan, 2 jam setiap sesi). “Prinsipnya mudah,

anak harus berani push the limit, melawan keterbatasan. Itu kunci suksesnya,” tuturnya.

Urban Style sempat berbincang dengan Ezra (8), salah satu murid. Saat ditanya apa alasannya belajar skate, bocah yang duduk di bangku kelas 3 SD ini menjawab santai. “Asyik aja. Seneng meluncur dari tempat tinggi,” ucapnya. Sementara Niza (40), ibunda Brian (10) yang juga murid Green Skate School mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan ini. “Brian sudah setahun ini suka skateboard. Saya sering khawatir jika tak ada yang

mengawasi. Dulu saya rela bolakbalik Jakarta-Bandung mengantar Brian berlatih,” cerita wanita yang berdomisili di Pancoran ini. “Bagaimanapun anak harus banyak bergerak sejak kecil. Kalau memang suka bermain  kateboard, saya tidak masalah yang penting ada pengawas,” tukasnya. Berminat?

Hubungi Tony di 081908352531. (Ray/US)